Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Mengawali kepemimpinannya di Balai Besar Karantina Kalimantan Timur, drh. Amir Hasanuddin, M.M., langsung memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas perkarantinaan di wilayah Kalimantan Timur.
Langkah tersebut dilakukan melalui Temu Koordinasi Komunitas Karantina yang digelar di Kantor Induk Balai Besar Karantina Kalimantan Timur, Balikpapan, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat komunikasi dan membangun sinergi antara Balai Besar Karantina dengan sejumlah instansi serta pelaku usaha.
Mengusung tema “Perlindungan Maksimal dan Pelayanan Optimal”, pertemuan tersebut membahas pentingnya kolaborasi dalam mengawasi lalu lintas komoditas hewan, ikan, tumbuhan, serta produk turunannya.
Amir mengatakan, tugas perkarantinaan membutuhkan dukungan lintas sektor. Pengawasan terhadap lalu lintas komoditas tidak dapat dilakukan secara optimal apabila hanya mengandalkan satu institusi.
“Tugas karantina pada dasarnya tidak dapat dilaksanakan sendiri,” ujar Amir.
Menurutnya, sinergi dengan instansi terkait, pengelola pelabuhan dan bandara, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, akademisi, hingga pelaku usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pengawasan karantina.
Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mengantisipasi masuk dan tersebarnya hama maupun penyakit yang dapat mengancam sumber daya hayati di Kalimantan Timur.
Selain pengawasan, Amir juga menekankan pentingnya memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat dan dunia usaha. Menurutnya, pengawasan yang kuat harus tetap diimbangi dengan pelayanan yang mudah, transparan, profesional, dan memberikan kepastian.
“Pengawasan yang kuat harus didukung dengan pelayanan yang semakin mudah, transparan, profesional, dan memberikan kepastian kepada masyarakat maupun pelaku usaha,” tuturnya.
Penguatan koordinasi juga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan digitalisasi, serta optimalisasi pengawasan di pintu masuk dan keluar wilayah, seperti bandara, pelabuhan, dan kantor pos.
Dalam pertemuan tersebut, Amir membuka ruang bagi para stakeholder untuk menyampaikan masukan, saran, maupun kritik terhadap pelaksanaan pelayanan karantina. Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.
Dia juga mendorong komunikasi yang lebih erat antara kantor induk dan seluruh satuan pelayanan. Dengan koordinasi yang lebih baik, berbagai persoalan di lapangan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti.
Amir menegaskan, sinergi yang dibangun melalui temu koordinasi tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Koordinasi dan komunikasi dengan para mitra harus terus dilakukan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Sinergi yang kita bangun hendaknya tidak berhenti pada pertemuan hari ini,” tegasnya.
Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor tersebut, Balai Besar Karantina Kalimantan Timur berharap pelaksanaan fungsi perkarantinaan dapat berjalan lebih optimal, baik dalam aspek perlindungan sumber daya hayati maupun pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha. (yud)






