Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN — Mengendarai sepeda motor sering dianggap aktivitas yang sederhana dan sudah menjadi bagian dari rutinitas harian masyarakat. Namun di balik kemudahannya, jalan raya menyimpan banyak potensi bahaya yang bisa muncul kapan saja. Kesalahan kecil, keterlambatan bereaksi, bahkan satu detik kehilangan fokus dapat berujung pada kecelakaan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Melihat tingginya risiko tersebut, Astra Motor Kaltim 1 kembali mengingatkan pentingnya budaya berkendara aman melalui pembagian sejumlah kiat keselamatan yang dapat diterapkan oleh pengendara sebelum dan selama berada di jalan raya.
KESELAMATAN DIMULAI SEBELUM MESIN DIHIDUPKAN
Menurut Muhammad Aditya Wicaksana, Safety Riding Instructor Astra Motor Kaltim 1, langkah pertama yang paling penting adalah memastikan seluruh aspek keselamatan sudah siap sebelum perjalanan dimulai.
Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya kondisi sepeda motor, tetapi juga kondisi pengendaranya. Pengendara harus memastikan tubuh dalam keadaan sehat, emosi stabil, surat-surat kendaraan lengkap, perlengkapan berkendara digunakan dengan benar, serta kendaraan berada dalam kondisi layak jalan.
“Banyak orang hanya fokus pada motornya, padahal kondisi fisik dan mental pengendara juga sangat menentukan keselamatan di jalan,” ujarnya.
HINDARI PERILAKU YANG MEMICU KECELAKAAN
Astra Motor Kaltim 1 menilai sebagian besar kecelakaan lalu lintas berawal dari perilaku berkendara yang tidak aman. Beberapa kebiasaan yang paling sering menjadi penyebab kecelakaan antara lain:
• ceroboh memperhatikan lalu lintas dari arah depan,
• gagal menjaga jarak aman,
• berkendara melebihi batas kecepatan,
• tidak hati-hati saat berbelok,
• mendahului tanpa perhitungan,
• serta tetap memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah.
Kelelahan sering kali dianggap sepele, padahal kondisi tersebut dapat menurunkan konsentrasi dan memperlambat refleks pengendara.
PENGENDARA HARUS MAMPU MEMPREDIKSI BAHAYA
Selain mematuhi aturan lalu lintas, pengendara juga dituntut memiliki kemampuan memprediksi potensi bahaya di jalan. Prediksi bahaya dilakukan dengan terus mengamati situasi sekitar, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, serta menyesuaikan kecepatan dengan kondisi lalu lintas dan lingkungan.
Kemampuan ini penting karena tidak semua ancaman datang dari kesalahan sendiri. Pengendara lain yang tiba-tiba berpindah jalur, pejalan kaki yang menyeberang mendadak, atau kendaraan yang berhenti mendadak bisa menjadi sumber bahaya yang harus diantisipasi lebih awal.
PENGEREMAN TIDAK BISA DILAKUKAN SEMBARANGAN
Salah satu poin yang paling ditekankan Astra Motor Kaltim 1 adalah teknik pengereman kombinasi. Penggunaan rem yang tepat membantu menjaga kestabilan motor dan mengurangi risiko tergelincir saat berhenti mendadak.
Untuk sepeda motor sport, komposisi pengereman yang dianjurkan adalah 60 persen rem depan dan 40 persen rem belakang. Prinsip yang sama juga dapat diterapkan pada sepeda motor matic dengan tetap menyesuaikan kondisi jalan dan kecepatan kendaraan.
Selain itu, pengendara dianjurkan menggunakan empat jari saat menarik tuas rem agar kontrol pengereman lebih maksimal dan distribusi gaya pengereman lebih stabil.
SAFETY CHECK SERING DILUPAKAN
Tips terakhir yang sering diabaikan pengendara adalah melakukan safety check sebelum mulai bergerak. Langkah sederhana seperti melihat spion, menoleh ke kanan dan kiri, serta memastikan area blind spot aman sangat penting untuk mencegah tabrakan dengan kendaraan lain yang berada di sekitar motor.
“Safety check hanya membutuhkan beberapa detik, tetapi sering dilupakan. Padahal langkah sederhana ini bisa mencegah kecelakaan yang serius,” kata Aditya.
KESELAMATAN ADALAH TANGGUNGJAWAB BERSAMA
Astra Motor Kaltim 1 menegaskan bahwa berkendara seharusnya menjadi aktivitas yang menyenangkan, bukan ancaman bagi keselamatan. Karena itu, setiap pengendara perlu membangun kebiasaan #Cari_Aman dengan selalu mengutamakan antisipasi dan disiplin berlalu lintas.
“Mengendarai sepeda motor menjadi hal yang paling menyenangkan sekaligus menjadi ancaman yang sangat potensial saat kita berada di jalan raya. Lebih baik mengantisipasi dengan benar agar perjalanan tetap menyenangkan, nyaman, dan pastinya aman,” tutup Muhammad Aditya Wicaksana.
Melalui edukasi ini, Astra Motor Kaltim 1 berharap masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan berkendara tidak ditentukan oleh keberuntungan, melainkan oleh kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten setiap kali memulai perjalanan. (*)












