Lintasbalikpapan.com – Spanyol kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu tim terbaik dunia setelah mengalahkan Prancis dengan skor meyakinkan 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2026. Bermain di AT&T Stadium, Arlington, La Roja tampil disiplin sejak menit awal hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini memastikan skuad asuhan Luis de la Fuente melangkah ke partai final dan tinggal menunggu lawan dari pemenang duel Inggris kontra Argentina.
Sejak kick-off, Spanyol langsung mengambil inisiatif permainan dengan penguasaan bola yang lebih dominan. Aliran umpan pendek yang cepat membuat Prancis cukup kesulitan merebut kendali pertandingan. Meski demikian, Les Bleus beberapa kali mampu menciptakan ancaman melalui skema serangan balik yang memanfaatkan kecepatan para pemain depan mereka.
Peluang pertama Spanyol hadir lewat tendangan bebas Alex Baena setelah Dani Olmo di langgar di depan kotak penalti. Namun, bola masih membentur pagar hidup sehingga belum membahayakan gawang Mike Maignan.
Penalti Oyarzabal Jadi Titik Balik Pertandingan
Momentum penting datang pada menit ke-22 ketika Lamine Yamal dijatuhkan Lucas Digne di area terlarang. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih setelah melihat pelanggaran yang dilakukan bek Prancis tersebut. Mikel Oyarzabal yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna dan membawa Spanyol unggul 1-0.
Gol tersebut membuat kepercayaan diri Spanyol semakin meningkat. Sebaliknya, Prancis terlihat kesulitan mengembangkan permainan karena rapatnya pertahanan lawan. Bahkan, cedera yang di alami William Saliba pada menit ke-30 semakin mengganggu keseimbangan lini belakang Les Bleus sehingga harus di gantikan Maxence Lacroix.
Memasuki babak kedua, Spanyol tidak mengendurkan tekanan. Kerja sama apik Dani Olmo dan Pedro Porro pada menit ke-58 berhasil membongkar pertahanan Prancis. Porro kemudian melepaskan penyelesaian akhir yang tidak mampu di hentikan Maignan, sekaligus menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Beberapa menit berselang, Lamine Yamal sebenarnya sempat mencetak gol ketiga. Namun, selebrasi pemain muda tersebut harus terhenti setelah VAR memastikan posisinya sudah berada dalam keadaan offside.
Efektivitas Permainan Jadi Senjata Utama Spanyol
Prancis berusaha bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan pada sisa pertandingan. Namun, pertahanan Spanyol tampil sangat solid. Para pemain bertahan disiplin menjaga area kotak penalti sehingga peluang-peluang yang di bangun Kylian Mbappe dan rekan-rekannya gagal di konversi menjadi gol.
Di sisi lain, Spanyol masih sempat menciptakan peluang tambahan. Ferran Torres yang baru masuk sebagai pemain pengganti hampir memperbesar keunggulan lewat sundulan tajamnya, tetapi bola hanya melintas tipis di sisi gawang.
Kemenangan ini menunjukkan bahwa Spanyol tidak hanya unggul dalam penguasaan bola, tetapi juga sangat efisien memanfaatkan peluang. Mereka mampu menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan, sesuatu yang menjadi pembeda dalam laga sebesar semifinal.
Dengan modal performa impresif tersebut, La Roja kini semakin percaya diri menghadapi partai final Piala Dunia 2026. Siapa pun lawan yang akan di hadapi, baik Inggris maupun Argentina, Spanyol telah membuktikan bahwa mereka memiliki kualitas, kedewasaan bermain, dan mental juara untuk bersaing memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.












