Lintasbalikpapan.com – Sepanjang karier profesionalnya yang di penuhi trofi dan rekor, Lionel Messi ternyata belum pernah merasakan atmosfer pertandingan melawan tim nasional Inggris. Hal itu akhirnya berubah di Piala Dunia 2026, ketika Argentina di jadwalkan menghadapi The Three Lions pada babak semifinal yang berlangsung di Stadion Atlanta, Amerika Serikat.
Bagi Messi, pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket menuju final. Ada nilai emosional yang membuat duel tersebut terasa berbeda di banding laga-laga besar lainnya. Selama lebih dari dua dekade berkarier bersama tim nasional Argentina, ia sudah menghadapi hampir semua negara kuat dunia, tetapi Inggris menjadi satu-satunya lawan elite yang belum pernah ia jumpai.
Fakta ini membuat pertandingan semakin menarik. Apalagi Messi datang sebagai pemain paling berpengalaman di skuad Argentina sekaligus top skor sementara Piala Dunia 2026. Pengalaman dan kualitasnya di harapkan kembali menjadi pembeda dalam laga yang diprediksi berlangsung ketat.
Di sisi lain, Inggris juga bukan lawan sembarangan. Mereka tampil konsisten sejak fase grup hingga berhasil mengamankan tempat di semifinal setelah menyingkirkan Norwegia. Dengan materi pemain yang merata dan kualitas individu yang tinggi, Inggris di pastikan menjadi ujian berat bagi sang juara bertahan.
Argentina vs Inggris, Rivalitas yang Selalu Menghadirkan Cerita Besar
Setiap kali Argentina dan Inggris bertemu di ajang Piala Dunia, pertandingan hampir selalu menghadirkan cerita yang dikenang sepanjang masa. Salah satu momen paling legendaris tentu terjadi pada Piala Dunia 1986 saat Diego Maradona mencetak gol “Hand of God” dan gol solo terbaik sepanjang sejarah sepak bola untuk membawa Argentina menyingkirkan Inggris.
Kenangan itu masih membekas bagi banyak pendukung Albiceleste hingga sekarang. Tak heran jika semifinal kali ini dianggap memiliki nuansa historis yang kuat. Terlebih, pertemuan terakhir kedua negara di Piala Dunia terjadi pada edisi 2002, ketika Inggris menang tipis 1-0. Saat itu, Messi bahkan belum menjadi pemain tim nasional senior dan masih menimba ilmu di akademi Barcelona.
Secara statistik, Inggris memang lebih unggul dalam sejarah pertemuan di Piala Dunia. Namun, catatan masa lalu tidak selalu menjadi jaminan hasil pertandingan berikutnya. Argentina datang dengan mental juara, sementara Inggris bertekad mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia.
Fokus Pulihkan Kondisi, Lionel Messi CS Incar Final Beruntun
Meski antusias menyambut duel melawan Inggris, para pemain Argentina memilih tetap fokus pada persiapan tim. Messi mengakui bahwa tekanan sepanjang turnamen mulai terasa, sehingga pemulihan fisik menjadi prioritas sebelum menghadapi semifinal.
Hal senada di sampaikan Julian Alvarez. Penyerang yang baru membuka rekening golnya di Piala Dunia 2026 itu menilai Inggris memiliki banyak pemain berkualitas dan kemampuan menyerang yang patut di waspadai. Namun, menurutnya, Argentina tidak boleh kehilangan fokus terhadap permainan sendiri karena itulah kekuatan utama mereka sepanjang turnamen.
Bek kiri Nicolas Tagliafico juga mengingatkan bahwa laga semifinal membutuhkan konsentrasi penuh sejak menit pertama. Ia percaya Argentina memiliki peluang besar kembali mencapai final asalkan seluruh pemain mampu menjalankan strategi dengan disiplin.
Pertandingan ini di prediksi berlangsung sengit karena mempertemukan dua tim yang sama-sama memiliki kualitas, pengalaman, dan ambisi besar. Bagi Messi, laga ini juga menjadi kesempatan menambah bab penting dalam perjalanan kariernya yang sudah penuh prestasi. Jika mampu membawa Argentina melewati Inggris, peluang mempertahankan gelar juara dunia akan semakin terbuka lebar, sekaligus memperkuat warisan sang kapten sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah.











