Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan mulai merealisasikan rencana pembangunan depo kontainer di kawasan Kilometer 13. Pada tahap awal, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pekerjaan pembersihan lahan (land clearing) dengan luas lahan sekitar 11,2 hektare.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurahman, mengatakan pembangunan depo kontainer merupakan bagian dari program strategis Pemerintah Kota Balikpapan yang diarahkan langsung oleh Wali Kota. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengundang sejumlah pihak terkait untuk meninjau perkembangan pekerjaan di lapangan.
Menurut Fadli, keberadaan depo kontainer ini diharapkan menjadi solusi penataan kendaraan angkutan barang, khususnya truk kontainer, sehingga dapat mengurangi parkir liar di sejumlah ruas jalan dan mendukung kelancaran sistem logistik di Balikpapan.
“Program ini merupakan salah satu rencana besar Dinas Perhubungan karena memang sangat dibutuhkan masyarakat Kota Balikpapan. Nantinya kendaraan angkutan berat dapat memanfaatkan fasilitas depo sehingga penataannya menjadi lebih baik,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Ia menjelaskan, apabila proyek tersebut rampung dan beroperasi secara penuh, depo kontainer di Kilometer 13 akan menjadi depo kontainer barang pertama di Kalimantan Timur. Bahkan, Dishub telah menyiapkan kajian bisnis yang menunjukkan potensi besar dari proyek tersebut.
“Berdasarkan kajian bisnis yang kami miliki, apabila depo ini sudah berfungsi secara optimal, diperkirakan mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga sekitar Rp100 miliar setiap tahun,” jelasnya.
Fadli menegaskan, angka tersebut merupakan proyeksi yang dapat dicapai setelah seluruh fasilitas selesai dibangun dan operasional depo berjalan secara efektif.
Selain menjadi lokasi parkir kendaraan angkutan berat, kawasan depo kontainer juga akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Di antaranya gudang penyimpanan barang, penginapan bagi sopir truk, SPBU, hingga area jogging track.
Menurutnya, keberadaan SPBU di kawasan tersebut diharapkan mampu membantu mengurangi antrean pengisian bahan bakar yang selama ini kerap terjadi di kawasan Kilometer 13 hingga Kilometer 15.
“Dengan luas lahan sekitar 11,2 hektare yang merupakan aset Pemerintah Kota Balikpapan, kawasan ini sangat menjanjikan dan diharapkan dapat menjadi pusat layanan logistik yang modern sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi daerah,” pungkasnya. (yud)












