9 Gol, 9 Assist, 8 MOTM! Ini Alasan Allano Lima Tinggalkan Persija Jakarta!

Lintasbalikpapan.com – Masa depan Allano Lima akhirnya menemui titik terang. Winger asal Brasil tersebut resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Persija Jakarta setelah menjalani satu musim bersama klub ibu kota. Kabar tersebut di sampaikan langsung melalui akun media sosial pribadinya pada awal Juni 2026.

Dalam pesan perpisahannya, Allano mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen klub, terutama para pendukung setia Persija, The Jakmania. Baginya, bermain untuk Persija bukan hanya soal karier profesional, tetapi juga pengalaman berharga yang akan selalu di kenang.

Pemain berusia 31 tahun itu mengaku berat meninggalkan tim yang telah memberinya banyak kenangan selama berkompetisi di Indonesia. Meski memiliki keinginan untuk tetap bertahan, situasi yang terjadi membuat perjalanan bersama Macan Kemayoran harus berakhir lebih cepat.

Kontribusi Besar Allano Lima dalam Satu Musim

Meski hanya semusim mengenakan jersey Persija, kontribusi Allano tidak bisa dianggap remeh. Ia menjadi salah satu motor serangan utama tim sepanjang kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Dari total 29 pertandingan yang di jalani, Allano berhasil mencatatkan sembilan gol dan sembilan assist. Torehan tersebut menunjukkan perannya yang sangat penting dalam membantu produktivitas lini depan Persija.

Tak hanya itu, pemain yang pernah berkarier di Portugal dan Turki tersebut juga meraih delapan penghargaan Man of the Match (MOTM). Statistik tersebut menjadi bukti bahwa kehadirannya kerap memberikan pengaruh besar terhadap hasil pertandingan.

Kemampuannya dalam menciptakan peluang, melakukan penetrasi dari sisi sayap, hingga mencetak gol membuat dirinya menjadi salah satu pemain asing yang cukup menonjol selama musim lalu.

Catatan yang Menjadi Sorotan

Di balik performa impresifnya, Allano juga memiliki sisi yang cukup menjadi perhatian. Sebagai pemain yang bermain dengan intensitas tinggi, ia beberapa kali kesulitan mengendalikan emosinya di lapangan.

Sepanjang musim, Allano mengoleksi 14 kartu kuning. Jumlah tersebut menjadikannya sebagai pemain dengan kartu kuning terbanyak kedua di kompetisi, hanya berada di bawah gelandang Dewa United, Ricky Kambuaya.

Catatan disiplin tersebut menjadi salah satu aspek yang sering di sorot selama dirinya membela Persija. Meski demikian, hal itu tidak mengurangi kontribusi besar yang telah di berikan kepada tim.

Dalam pesan perpisahannya, Allano juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pendukung karena belum mampu membantu Persija meraih gelar juara liga yang selama ini menjadi harapan bersama.

Rumor Mariano Peralta dan Era Baru Persija

Kepergian Allano terjadi di tengah berkembangnya rumor kedatangan Mariano Peralta dari Borneo FC Samarinda. Nama Peralta menjadi salah satu pemain yang paling banyak di perbincangkan menjelang bursa transfer musim 2026.

Jika di bandingkan secara statistik, Peralta memang tampil luar biasa pada musim lalu. Pemain asal Argentina tersebut membukukan 20 gol dan 14 assist dari 34 pertandingan, sebuah pencapaian yang membuatnya di nobatkan sebagai pemain terbaik kompetisi.

Kehadiran Peralta berpotensi menjadi bagian dari rencana Persija untuk memperkuat sektor serangan menghadapi musim baru. Namun demikian, menggantikan kontribusi dan kedekatan emosional yang telah dibangun Allano bersama suporter tentu bukan perkara mudah.

Bagi Persija, kepergian Allano menandai berakhirnya sebuah perjalanan singkat yang penuh warna. Sementara bagi sang pemain, Indonesia dan Persija Jakarta akan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Dukungan dari The Jakmania serta pengalaman bermain di sepak bola Indonesia menjadi kenangan yang akan terus ia bawa ke mana pun langkah berikutnya membawanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *