Program Balikpapan Terang Didukung DPRD, PJU Ditarget Menjangkau Hingga Tingkat RT

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan menyatakan dukungan penuh terhadap program “Balikpapan Terang” yang dijalankan Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub). Program tersebut diwujudkan melalui pemasangan sebanyak 1.600 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) di berbagai titik guna meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan masyarakat, terutama pada malam hari.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, mengatakan penambahan PJU merupakan bagian dari program prioritas Wali Kota Balikpapan untuk mewujudkan kawasan kota yang terang hingga menjangkau lingkungan RT.

“DPRD mendukung penuh program Balikpapan Terang. Harapannya penerangan jalan bisa menjangkau sampai tingkat RT, terutama di wilayah-wilayah yang masih berkembang,” kata Yono ketika diwawancarai wartawan usai Paripurna, Senin (18/5/2026)

Menurut dia, kebutuhan penerangan jalan saat ini paling banyak berada di wilayah Balikpapan Utara dan Balikpapan Selatan. Pasalnya, kedua kecamatan tersebut masih terus berkembang dengan munculnya kawasan permukiman baru dan pembukaan akses jalan baru.

Ia menilai kondisi tersebut membuat kebutuhan PJU terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan, pemasangan 1.600 titik lampu pada tahun ini dinilai masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.

“Kalau dihitung rata-rata jarak 30 meter per titik, maka 1.600 titik itu sebenarnya masih kurang. Banyak RT yang baru mendapat empat titik lampu, padahal kebutuhan mereka bisa mencapai 10 sampai 20 titik,” ujarnya.

Yono juga menyoroti masih banyaknya lampu penerangan jalan yang sudah tua dan perlu diganti. Selain penambahan titik baru, menurutnya pemerintah juga perlu memperhatikan perawatan serta penggantian lampu yang rusak atau mati.

Ia menyebut Pemkot Balikpapan sebelumnya juga berencana membangun sistem pemantauan berbasis teknologi untuk mendeteksi lampu PJU yang mengalami gangguan secara otomatis. Namun, rencana tersebut disebut belum terealisasi akibat keterbatasan anggaran.

“Ke depan diharapkan ada sistem monitoring, sehingga lampu yang mati bisa langsung terdeteksi. Itu bagian dari konsep smart city yang sedang disiapkan,” pungkasnya. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *