Lintasbalikpapan.com – Manchester City kembali menunjukkan mental juara saat mengalahkan Crystal Palace dengan skor telak 3-0 dalam lanjutan Premier League 2025/2026. Bermain di Etihad Stadium pada Kamis (14/5/2026) dini hari WIB, skuad asuhan Pep Guardiola tampil dominan dan sukses menjaga peluang mempertahankan gelar liga musim ini.
Kemenangan tersebut membuat City terus membayangi Arsenal di papan atas klasemen. Selisih poin kini semakin tipis dan persaingan menuju akhir musim dipastikan berlangsung panas hingga pertandingan terakhir.
Meski melakukan sejumlah rotasi pemain karena jadwal padat, performa The Citizens tetap stabil. Dukungan publik Etihad juga menjadi energi tambahan yang membuat mereka tampil percaya diri sepanjang laga.
Phil Foden Jadi Motor Serangan Manchester City
Crystal Palace sebenarnya sempat memberikan kejutan pada menit awal pertandingan. Serangan cepat yang dibangun Brennan Johnson hampir menghasilkan gol saat Jean-Philippe Mateta mendapatkan ruang tembak di depan gawang. Namun, Gianluigi Donnarumma tampil sigap dengan penyelamatan penting yang menjaga gawang City tetap aman.
Tim tamu juga sempat mengancam lewat peluang Yéremy Pino, tetapi lini belakang City yang dikomandoi Joško Gvardiol tampil disiplin dan sulit ditembus.
Setelah beberapa peluang tercipta, Manchester City akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-33. Phil Foden menjadi aktor utama lewat umpan tumit cerdas yang membuka ruang bagi Antoine Semenyo. Penyerang tersebut sukses menaklukkan Dean Henderson dan membawa tuan rumah unggul 1-0.
Gol itu membuat permainan City semakin berkembang. Palace mulai kesulitan keluar dari tekanan, sementara lini tengah City mampu mengontrol tempo pertandingan dengan sangat baik.
Menjelang turun minum, Phil Foden kembali menunjukkan kualitasnya. Kali ini ia memberikan assist kedua yang berhasil diselesaikan Omar Marmoush menjadi gol tambahan. Skor 2-0 menutup babak pertama sekaligus memperlihatkan efektivitas permainan pasukan Guardiola.
Crystal Palace Kesulitan Bangkit di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Crystal Palace mencoba melakukan perubahan strategi. Pelatih Oliver Glasner memasukkan beberapa pemain inti demi meningkatkan agresivitas serangan. Ismaïla Sarr menjadi salah satu pemain yang cukup merepotkan pertahanan City lewat kecepatan dan tembakan jarak jauhnya.
Namun, solidnya permainan Manchester City membuat Palace sulit menciptakan peluang bersih. Donnarumma kembali tampil konsisten di bawah mistar dan beberapa kali menggagalkan upaya tim tamu.
Di sisi lain, City tidak terlalu terburu-buru menambah gol. Mereka lebih fokus menjaga penguasaan bola dan mengontrol ritme pertandingan. Strategi tersebut terbukti efektif karena Palace semakin kehilangan momentum.
Gol penutup akhirnya lahir pada menit ke-84. Rayan Cherki mengirim umpan matang yang langsung diselesaikan Savinho dengan penyelesaian klinis. Gol tersebut memastikan kemenangan 3-0 untuk Manchester City sekaligus mempertegas dominasi mereka di laga ini.
Peluang Juara Masih Terbuka untuk Pasukan Guardiola
Tambahan tiga poin membuat Manchester City terus menjaga tekanan terhadap Arsenal dalam perebutan gelar Premier League musim ini. Dengan dua pertandingan tersisa, peluang mempertahankan trofi masih terbuka lebar bagi skuad Pep Guardiola.
Selain itu, kemenangan atas Crystal Palace juga memperpanjang rekor impresif City di kandang menjadi 17 pertandingan tanpa kekalahan. Catatan tersebut menunjukkan betapa kuatnya Etihad Stadium sebagai markas yang sulit ditaklukkan lawan.
Sementara itu, Crystal Palace harus segera bangkit setelah hanya meraih satu kemenangan dalam tujuh laga terakhir liga. Fokus mereka kemungkinan kini mulai tertuju pada final UEFA Conference League yang akan menjadi kesempatan penting meraih trofi musim ini.
Bagi Manchester City, perhatian berikutnya akan tertuju pada final Piala FA melawan Chelsea. Meski begitu, harapan untuk kembali menjadi juara Premier League masih terus menyala hingga pekan terakhir kompetisi.











