Lintasbalikpapan.com – Pertandingan klasik antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung kembali menghadirkan drama penuh tensi tinggi. Duel yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026), menjadi salah satu laga paling menentukan dalam perebutan gelar Super League musim ini. Persib berhasil membawa pulang kemenangan penting dengan skor 2-1 sekaligus menjaga asa menjadi juara.
Laga berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim tampil agresif dan saling menekan demi mengamankan poin penuh. Atmosfer panas terasa sepanjang pertandingan, mengingat rivalitas panjang yang selalu menyelimuti pertemuan Persija dan Persib.
Persija Jakarta Sempat Unggul, Persib Bangkit Lewat Adam Alis
Pada awal pertandingan, kedua tim bermain hati-hati sambil mencari celah di lini pertahanan lawan. Persib lebih dulu memberikan ancaman melalui percobaan Berguinho, namun tendangannya masih mampu diblok pertahanan Persija.
Persija akhirnya berhasil membuka keunggulan pada menit ke-20. Alaaeddine Ajaraie tampil impresif setelah melewati kawalan pemain belakang Persib sebelum melepaskan tendangan kaki kiri yang gagal dihentikan Teja Paku Alam. Gol tersebut membuat Persija unggul 1-0 dan meningkatkan semangat permainan Macan Kemayoran.
Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Persib menunjukkan mental kuat dengan terus memberikan tekanan ke area pertahanan lawan. Delapan menit berselang, Adam Alis sukses menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Persija. Gol tersebut menjadi titik balik permainan Persib.
Momentum Maung Bandung semakin terasa menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-38, Adam Alis kembali menjadi mimpi buruk bagi Persija. Berawal dari umpan terobosan Thom Haye, Adam Alis memenangkan duel dengan pemain bertahan lawan sebelum mencetak gol kedua untuk Persib. Skor berubah menjadi 2-1 dan bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua Berjalan Panas dan Penuh Tekanan
Memasuki babak kedua, Persija bermain lebih agresif demi mengejar ketertinggalan. Serangan demi serangan dibangun dari kedua sisi lapangan untuk membongkar pertahanan Persib yang tampil disiplin. Situasi sempat memanas ketika asisten pelatih Persija, Italo Resende, menerima kartu merah usai melakukan protes keras kepada wasit. Kejadian tersebut menambah tensi pertandingan yang sejak awal memang berjalan panas.
Persija sebenarnya memiliki beberapa peluang emas untuk menyamakan skor. Alaaeddine Ajaraie kembali menjadi ancaman utama lewat sejumlah percobaan berbahaya. Selain itu, Eksel Runtukahu juga sempat mendapatkan kesempatan mencetak gol. Namun penampilan gemilang Teja Paku Alam di bawah mistar Persib membuat seluruh peluang itu gagal berbuah gol.
Menjelang akhir pertandingan, Persija meningkatkan intensitas serangan. Bola-bola silang terus diarahkan ke area pertahanan Persib, memaksa Maung Bandung bertahan total. Meski mendapat tekanan bertubi-tubi, Persib tetap mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang di bunyikan.
Kemenangan Penting untuk Perebutan Gelar Juara
Tambahan tiga poin membuat Persib Bandung kini mengoleksi 75 poin dari 32 pertandingan. Hasil tersebut menjaga posisi mereka dalam persaingan papan atas klasemen Super League 2025/2026 dan membuka peluang besar untuk meraih gelar juara musim ini.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Persija Jakarta. Dengan koleksi 65 poin, peluang Persija untuk menjadi juara di pastikan tertutup karena tidak mungkin lagi mengejar perolehan poin pesaing di atasnya dalam dua laga tersisa.
Kemenangan atas rival abadi ini bukan hanya penting dari sisi klasemen, tetapi juga menunjukkan mental juara yang dimiliki Persib Bandung. Ketenangan saat tertinggal dan kemampuan membalikkan keadaan menjadi bukti bahwa Maung Bandung layak di perhitungkan sebagai kandidat kuat juara Super League musim ini.












