Lintasbalikpapan.com – Persija Jakarta menunjukkan kelasnya sebagai tim papan atas saat bertandang ke markas Persijap Jepara dalam lanjutan pekan ke-31 Super League. Bermain di Stadion Gelora Bumi Kartini pada 4 Mei 2026, Macan Kemayoran berhasil membawa pulang kemenangan 2-0 lewat permainan yang disiplin dan penuh perhitungan.
Sejak menit awal, Persija tidak tampil terburu-buru meski bermain sebagai tim tamu. Mereka lebih memilih mengontrol ritme permainan sambil mencari celah di lini pertahanan lawan. Strategi ini terlihat efektif, terutama saat lini tengah mampu mengalirkan bola dengan rapi.
Peluang pertama hadir lewat skema bola mati yang dieksekusi Fabio Calonego. Tendangan bebasnya sempat mengarah tepat ke gawang, namun kiper Persijap tampil sigap mengamankan situasi. Sementara itu, tim tuan rumah juga bukan tanpa perlawanan. Mereka mencoba memanfaatkan set piece dan bola-bola udara untuk menekan pertahanan Persija.
Hingga babak pertama berakhir, kedua tim belum mampu mencetak gol. Meski demikian, intensitas pertandingan sudah terasa tinggi dengan sejumlah peluang yang nyaris mengubah papan skor.
Babak Kedua Jadi Titik Balik Kemenangan Persija Jakarta
Memasuki paruh kedua, tempo pertandingan meningkat drastis. Persijap sempat memberikan ancaman serius setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Persija. Namun, solidnya pertahanan dan respons cepat pemain belakang membuat peluang tersebut gagal berbuah gol.
Momen penting akhirnya datang pada menit ke-64. Rayhan Hannan berhasil memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan kiper lawan. Gol ini menjadi pembuka keunggulan sekaligus mengubah jalannya pertandingan.
Setelah unggul, Persija tidak mengendurkan serangan. Mereka tetap menjaga tekanan sambil memperkuat pertahanan. Situasi sempat menegangkan ketika Andritany Ardhiyasa harus ditarik keluar akibat cedera di menit-menit akhir. Pergantian ini sempat membuat lini belakang sedikit goyah.
Namun, ketenangan Persija kembali terlihat di masa injury time. Gustavo Almeida sukses memanfaatkan kelengahan lawan dengan melewati penjaga gawang dan mencetak gol ke gawang kosong. Gol ini memastikan kemenangan 2-0 sekaligus menutup laga dengan manis.
Dampak Kemenangan bagi Posisi Persija di Klasemen
Tambahan tiga poin dari laga ini menjadi sangat krusial bagi Persija Jakarta. Mereka kini mengoleksi 65 poin dan tetap berada dalam persaingan ketat di papan atas klasemen Super League. Selisih poin dengan pemuncak klasemen masih cukup tipis, membuka peluang untuk mengejar gelar hingga akhir musim.
Dengan hanya beberapa pertandingan tersisa, setiap laga kini bernilai final bagi Persija. Konsistensi performa akan menjadi kunci utama jika mereka ingin menjaga peluang juara tetap hidup. Laga berikutnya menghadapi Persib Bandung diprediksi menjadi ujian sesungguhnya. Selain faktor rivalitas, pertandingan tersebut juga bisa menjadi penentu arah perjalanan Persija di musim ini.
Melihat performa terbaru, Persija Jakarta tampak semakin matang dalam mengelola pertandingan. Jika tren positif ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Macan Kemayoran akan menjadi salah satu kandidat kuat juara Super League 2026.












