5 Wonderkid Real Madrid yang Pernah Diprediksi Jadi Bintang, Kini Justru Terlupakan!

Lintasbalikpapan.com – Ketika membahas akademi sepak bola terbaik di dunia, banyak orang langsung mengingat La Masia milik Barcelona. Namun sebenarnya, akademi milik Real Madrid yang dikenal dengan nama La Fabrica juga memiliki reputasi luar biasa dalam mencetak Wonderkid Real Madrid kelas dunia.

Dari akademi ini lahir sejumlah pemain hebat seperti Iker Casillas, Raúl González, Achraf Hakimi, hingga Álvaro Morata. Beberapa di antaranya bahkan menjadi legenda di klub raksasa Spanyol tersebut.

Namun tidak semua talenta muda memiliki perjalanan karier yang mulus. Banyak pemain muda yang sempat diprediksi menjadi bintang masa depan, tetapi justru kehilangan arah ketika memasuki level profesional. Berikut lima wonderkid Real Madrid yang sempat menjadi sorotan, namun kini jarang terdengar kabarnya.

5 Wonderkid Real Madrid yang Pernah Diprediksi Jadi Bintang

Berikut dibawah ini 5 Wonderkid Real Madrid yang Pernah Diprediksi Jadi Bintang:

1. Augusto Galvan

Pemain Brasil Augusto Galvan sempat dianggap sebagai investasi masa depan Real Madrid ketika didatangkan dari São Paulo FC dengan nilai transfer sekitar 3 juta euro. Sebagai gelandang serang muda, Galvan memiliki teknik yang menjanjikan. Namun perkembangan kariernya justru berjalan lambat. Ia lebih sering bermain di tim B Madrid dan beberapa kali dipinjamkan ke klub lain.

Akhirnya ia meninggalkan Madrid dan kembali ke Brasil. Kini Galvan bermain di kasta yang lebih rendah dalam sistem liga sepak bola Brasil, jauh dari ekspektasi besar yang dulu sempat melekat padanya.

2. Royston Drenthe

Nama Royston Drenthe pernah menjadi pembicaraan hangat saat pertama kali bergabung dengan Real Madrid. Saat itu ia datang bersamaan dengan rekan senegaranya, Wesley Sneijder, dan dianggap sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan dari Belanda.

Drenthe dikenal memiliki kecepatan tinggi dan kemampuan dribel yang memukau sebagai pemain sayap. Namun sayangnya, ia kesulitan menjaga konsistensi performa. Selama lima musim berseragam Real Madrid, ia hanya mencatat 65 penampilan dengan empat gol.

Setelah meninggalkan Santiago Bernabeu, karier Drenthe justru semakin tidak menentu. Ia berpindah-pindah klub di berbagai negara, mulai dari Eropa hingga Asia. Perjalanan panjang tersebut membuat namanya perlahan menghilang dari sorotan sepak bola dunia.

3. Omar Mascarell

Gelandang bertahan Omar Mascarell merupakan salah satu produk akademi yang sempat mendapat kesempatan tampil di tim utama. Ia melakukan debut ketika klub masih di latih oleh José Mourinho pada 2013. Meski sempat di percaya tampil di skuad utama, Mascarell kesulitan bersaing dengan banyaknya pemain bintang di lini tengah Real Madrid. Ia akhirnya lebih sering di pinjamkan ke beberapa klub seperti Derby County dan Sporting Gijon.

Pada 2016, Mascarell resmi meninggalkan Madrid. Ia sempat bermain untuk beberapa klub La Liga, namun kariernya tidak pernah benar-benar mencapai level yang dulu di prediksi ketika masih menjadi pemain muda potensial.

4. Mink Peeters

Nama Mink Peeters sempat menjadi sorotan ketika Real Madrid merekrutnya dari akademi Ajax Youth Academy. Ia tampil cukup menjanjikan bersama tim muda Madrid dan bahkan mendapat kontrak profesional. Peeters di kenal sebagai gelandang kreatif dengan teknik tinggi. Sayangnya, kesempatan untuk berkembang di tim utama tidak pernah datang. Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan status pemain pinjaman.

Setelah beberapa kali berpindah klub di Eropa, kariernya tidak berkembang sesuai harapan. Nama Peeters pun perlahan tenggelam dari perbincangan sepak bola internasional.

5. Philipp Lienhart

Berbeda dengan beberapa nama lainnya, bek asal Austria Philipp Lienhart sebenarnya memiliki karier yang cukup stabil, hanya saja bukan di Real Madrid. Ia datang dari Rapid Wien dengan status pinjaman sebelum akhirnya di permanenkan oleh Madrid. Lienhart sempat berkembang di tim C dan tim B sebelum mendapat kesempatan singkat di tim utama.

Satu-satunya penampilannya bersama tim utama terjadi saat laga Copa del Rey melawan Cádiz CF pada 2015. Setelah itu, ia di pinjamkan ke SC Freiburg dan akhirnya menetap di sana hingga menjadi pemain penting bagi klub Bundesliga tersebut.

Talenta besar tidak selalu menjamin karier gemilang. Lima pemain di atas menjadi bukti bahwa perjalanan seorang wonderkid bisa berubah drastis ketika memasuki dunia sepak bola profesional. Meski sempat bersinar di akademi, persaingan ketat dan berbagai faktor lain sering kali membuat banyak pemain muda gagal mencapai puncak kariernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *