Lintasbalikpapan.com – Bek naturalisasi Shayne Pattynama mengungkapkan kekagumannya terhadap kualitas pemain lokal di Timnas Indonesia. Pengalamannya bergabung di era kepelatihan Shin Tae-yong membuatnya melihat langsung bagaimana potensi pemain dalam negeri berkembang.
Saat proses naturalisasi yang difasilitasi PSSI masih berada di tahap awal, komposisi tim nasional memang belum dipenuhi pemain diaspora. Ketika itu, hanya beberapa nama seperti Elkan Baggott, Marc Klok, dan Jordi Amat yang sudah bergabung.
Kondisi tersebut justru membuat Shayne lebih mudah menilai kualitas pemain lokal. Ia mengaku terkejut karena standar permainan yang di temuinya ternyata cukup tinggi dan kompetitif.
Generasi Emas yang Menjadi Tulang Punggung Garuda
Dalam beberapa kesempatan wawancara, Shayne menyebut sejumlah pemain yang menurutnya memiliki kualitas luar biasa. Nama-nama seperti Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, Witan Sulaeman, Pratama Arhan, Ricky Kambuaya, hingga Egy Maulana Vikri di sebut sebagai pemain dengan potensi besar.
Menariknya, beberapa di antara mereka tetap menjadi bagian penting tim nasional meski era kepelatihan sudah berganti ke Patrick Kluivert. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas mereka bukan hanya bersinar sesaat, tetapi memang memiliki konsistensi.
Fenomena ini sering di sebut sebagai generasi emas baru sepak bola Indonesia, pemain muda yang tak hanya berbakat, tetapi juga memiliki mental kompetitif serta pengalaman internasional sejak dini.
Rizky Ridho Jadi Sosok yang Paling Mencuri Perhatian Shayne Pattynama
Dari sekian banyak nama, Shayne memberikan pujian khusus kepada Rizky Ridho. Ia bahkan pernah bermain satu klub dengan sang bek di Persija Jakarta, sehingga tahu betul kualitasnya dari dekat.
Menurutnya, Ridho bukan hanya memiliki kemampuan bertahan yang solid, tetapi juga karakter yang rendah hati. Kombinasi teknik, kecerdasan membaca permainan, dan sikap profesional membuatnya berpotensi menjadi salah satu bek terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini.
Pujian dari rekan setim sendiri tentu bukan hal sepele. Dalam sepak bola modern, bek tengah di tuntut tak hanya kuat secara fisik, tetapi juga mampu membangun serangan dari lini belakang. Ridho di nilai memiliki paket lengkap tersebut.
Indonesia Dinilai Masih Menyimpan Banyak Bintang Masa Depan
Selain nama-nama yang sudah populer, Shayne juga menyoroti gelandang muda Arkhan Fikri sebagai pemain berbakat yang sempat di lihatnya berkembang di tim nasional. Menurutnya, Indonesia tidak kekurangan talenta. Justru yang di butuhkan adalah sistem pembinaan berkelanjutan, jam terbang internasional, serta kompetisi domestik yang semakin kompetitif.
Pemain yang lahir di Lelystad itu percaya bahwa jika talenta-talenta lokal terus di asah dengan benar, Indonesia berpeluang menjadi kekuatan baru sepak bola Asia dalam beberapa tahun ke depan. Pernyataan Shayne juga memperkuat optimisme publik bahwa masa depan skuad Garuda tidak hanya bergantung pada pemain naturalisasi, tetapi juga pada kualitas pemain lokal yang terus berkembang dari generasi ke generasi.






