Lintasbalikpapan.com – Nama Rizky Ridho memang belum tercatat sebagai pemenang FIFA Puskas Award 2025, namun masuknya bek Persija Jakarta itu dalam daftar nominasi sudah menjadi cerita besar tersendiri bagi sepak bola Indonesia. Selama ini, pemain Tanah Air jarang sekali disebut dalam ajang penghargaan individu kelas dunia yang digelar FIFA. Karena itu, kehadiran Ridho di antara deretan pencetak gol spektakuler dunia bisa dibilang sebagai momen bersejarah.
Gol yang mengantarkan Rizky Ridho ke nominasi tersebut di nilai bukan hanya soal keindahan, tetapi juga keberanian dan kecerdikan membaca situasi pertandingan. Bagi publik internasional, ini menjadi bukti bahwa kualitas pemain Indonesia tidak bisa lagi di pandang sebelah mata. Meski trofi akhirnya tak singgah ke Indonesia, status nominasi tetap menjadi validasi bahwa level permainan Timnas Indonesia terus mengalami peningkatan yang nyata.
Lebih dari sekadar kalah atau menang, pencapaian Ridho membuka pintu diskusi baru: pemain Indonesia kini mulai masuk radar global, bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai kandidat penghargaan prestisius.
Gol Salto Santiago Montiel yang Sulit Ditandingi
Di sisi lain, dunia sepak bola memang sepakat bahwa gol milik Santiago Montiel layak di sebut luar biasa. Pemain sayap Independiente itu mencetak gol salto dari luar kotak penalti dengan kaki kiri, sebuah keputusan spontan yang nyaris mustahil di lakukan tanpa kepercayaan diri dan teknik tingkat tinggi. Gol tersebut lahir di Liga Profesional Argentina pada Mei 2025 dan langsung menyebar luas di berbagai platform digital.
Keindahan gol Montiel bukan hanya soal gaya akrobatik, tetapi juga akurasi dan timing yang nyaris sempurna. Dalam satu gerakan, ia menggabungkan insting, keberanian, dan eksekusi yang bersih. Tak heran jika banyak pengamat menyebut gol ini sebagai salah satu yang terbaik dalam sepuluh tahun terakhir.
Kemenangan Montiel juga memperpanjang dominasi pemain Argentina di Puskas Award, setelah sebelumnya Alejandro Garnacho meraih penghargaan serupa pada edisi 2024. Hal ini menegaskan kuatnya budaya teknik dan kreativitas dalam sepak bola Amerika Selatan.
Proses Penilaian FIFA Puskas Award
Puskas Award bukanlah penghargaan yang di putuskan secara sepihak. FIFA menetapkan sepuluh gol terbaik dari periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025, lalu menyerahkan penilaian kepada dua pihak dengan bobot seimbang. Separuh suara datang dari penggemar sepak bola di seluruh dunia, sementara separuh lainnya berasal dari panel Legenda FIFA.
Setiap pemilih memberikan peringkat pilihan, sehingga pemenang benar-benar di tentukan oleh akumulasi poin. Transparansi proses ini membuat hasil akhir relatif dapat di terima oleh publik global.
Bagi Indonesia, kegagalan Rizky Ridho meraih trofi tidak menghapus makna besar dari pencapaiannya. Justru sebaliknya, nominasi ini bisa menjadi pemicu kepercayaan diri bagi pemain muda lain untuk bermimpi lebih tinggi. Jika konsistensi pembinaan dan jam terbang internasional terus di tingkatkan, bukan tidak mungkin suatu hari nanti. Pemain Indonesia bukan hanya masuk nominasi, tetapi benar-benar berdiri di podium Puskas Award sebagai pemenang.






