Lintasbalikpapan.com – Laga jornada ke-24 La Liga menghadirkan drama besar saat Barcelona bertandang ke markas Girona di Estadi Municipal Montilivi. Tim asuhan Hansi Flick harus pulang dengan kekalahan 1-2 dalam duel yang sarat emosi, peluang terbuang, serta keputusan kontroversial.
Hasil ini berdampak besar pada persaingan gelar. Barcelona gagal naik ke puncak klasemen dan kini tertahan di posisi kedua. Kekalahan tersebut juga memperlihatkan satu masalah klasik yang belum sepenuhnya teratasi musim ini: dominasi permainan tak selalu berujung kemenangan.
Dominasi Tanpa Efektivitas di Babak Pertama
Sejak awal pertandingan, Barcelona tampil percaya diri. Kombinasi lini tengah yang menempatkan Dani Olmo bersama Frenkie de Jong membuat tim tamu menguasai ritme permainan.
Peluang demi peluang tercipta. Raphinha sempat mengancam lewat tembakan keras yang membentur tiang. Momen paling menentukan datang saat Lamine Yamal mendapat penalti. Namun eksekusinya gagal berbuah gol setelah bola menghantam tiang.
Situasi ini menunjukkan masalah besar Barcelona: efektivitas di depan gawang. Mereka mendominasi penguasaan bola, tetapi tidak cukup klinis untuk mengunci keunggulan lebih awal.
Tiga Gol Cepat dan Kontroversi yang Mengubah Laga
Memasuki babak kedua, Barcelona akhirnya unggul. Bek muda Pau Cubarsí mencetak gol lewat sundulan setelah menerima umpan silang dari Jules Kounde.
Namun momentum berubah sangat cepat. Hanya dua menit berselang, Girona menyamakan skor lewat gol tap-in Thomas Lemar. Gol tersebut membakar semangat tuan rumah dan membuat pertandingan berubah menjadi lebih terbuka.
Petaka datang di menit akhir ketika Fran Beltrán mencetak gol jarak jauh yang memastikan keunggulan Girona. Protes keras muncul dari kubu Barcelona karena dalam proses serangan, Kounde terlihat dilanggar. Namun wasit dan VAR tetap mengesahkan gol tersebut. Keputusan ini menjadi titik balik psikologis yang membuat Barcelona kehilangan fokus di sisa pertandingan.
Akhir Laga Panas dan Dampaknya bagi Barcelona Untuk Perburuan Gelar
Di masa injury time, Barcelona mengurung pertahanan Girona. Peluang emas sempat didapat ketika Ronald Araujo gagal memanfaatkan umpan Yamal. Sementara gol Robert Lewandowski dianulir karena offside.
Ketegangan semakin memuncak setelah pemain muda Girona, Joel Roca, menerima kartu merah akibat tekel keras. Meski unggul jumlah pemain di menit akhir, Barcelona tak mampu mencetak gol penyama.
Kekalahan ini memberi sinyal penting bagi Barcelona dalam perebutan gelar: dominasi permainan saja tidak cukup. Mereka harus memperbaiki finishing, menjaga konsentrasi di momen krusial, dan lebih matang dalam menghadapi tekanan laga besar.
Jika tidak segera berbenah, peluang meraih trofi musim ini bisa semakin berat, terutama dengan persaingan papan atas yang makin ketat.












