Kilang Minyak Balikpapan Jadi Spot Wisata Baru, Disporapar Siapkan Konsep Branding “Kota Minyak”

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN — Wajah Kilang Minyak Balikpapan kini tak hanya identik dengan aktivitas industri dan energi nasional. Sejak proyek perluasan rampung, kawasan kilang terbesar di Indonesia itu justru menjadi magnet baru bagi warga dan wisatawan yang melintas.

Berdiri di atas lahan seluas 80,64 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp124 triliun, kilang ini mengalami peningkatan kapasitas produksi signifikan, dari 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari. Selain memperkuat ketahanan energi nasional, kemegahan infrastruktur kilang juga menghadirkan panorama industri yang memukau.

Terutama pada malam hari, lampu-lampu yang menyala di antara jaringan pipa dan struktur baja menciptakan lanskap yang dramatis. Kilauan cahaya berpadu dengan siluet instalasi kilang menghadirkan suasana yang tak biasa. Tak sedikit pengendara yang sengaja melintas atau berhenti sejenak untuk mengabadikan momen tersebut.

Fenomena ini pun dilirik Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) sebagai potensi destinasi baru berbasis city branding.

Kepala Disporapar Balikpapan, C.I Ratih Kusuma, mengungkapkan pihaknya melihat potensi tersebut saat melakukan peninjauan di lapangan.

“Saya baru kemarin melihat, saat melintas itu ada tugu. Kami bantu juga publikasinya melalui duta-duta kami. Memang menarik dan bisa menjadi spot foto, tentu dengan catatan tidak mengganggu lalu lintas di sana,” ujarnya.

Menurut Ratih, pengembangan spot tersebut akan diarahkan sebagai bagian dari penguatan identitas Balikpapan sebagai “Kota Minyak”. Branding ini dinilai penting untuk mempertegas karakter kota yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat industri migas nasional.

Ia mencontohkan bagaimana unsur kilang sudah mulai diadopsi dalam promosi sektor pariwisata, seperti di kawasan De Boekit River Side, di mana ornamen bergambar kilang turut menghiasi interior kamar sebagai bentuk promosi visual.

“Ke depan, kami akan melakukan komunikasi dengan pihak Pertamina agar potensi ini bisa diakomodir tanpa mengganggu aktivitas operasional kilang,” tambahnya.

Meski bukan destinasi wisata konvensional, kehadiran kilang dengan wajah barunya membuka perspektif berbeda tentang pariwisata industri di Balikpapan. Kota ini tak hanya menawarkan wisata alam dan kuliner, tetapi juga panorama energi yang menjadi denyut nadi pembangunan nasional.

Dengan penataan dan konsep branding yang tepat, kilang minyak Balikpapan berpeluang menjadi ikon visual baru—mengukuhkan identitas kota yang tumbuh bersama industri, namun tetap ramah bagi wisatawan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *