Lintasbalikpapan.com – Pertandingan lanjutan BRI Super League 2025/2026 antara Dewa United melawan Arema FC di Banten International Stadium menghadirkan pelajaran penting soal efektivitas permainan. Meski tidak selalu dominan dalam penguasaan bola, Dewa United mampu menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Singo Edan.
Sejak menit awal, tuan rumah tampil percaya diri. Gol cepat Alex Martins pada menit keempat langsung mengubah dinamika pertandingan. Arema FC dipaksa keluar menyerang lebih agresif, sementara Dewa United memilih pendekatan yang lebih pragmatis dengan memanfaatkan transisi cepat.
Menariknya, kemenangan ini tidak dibangun dari dominasi total, melainkan dari pemanfaatan peluang yang sangat klinis. Dua peluang bersih di babak pertama berhasil di konversi menjadi gol oleh Alex Martins, menunjukkan betapa tajamnya lini depan Banten Warriors musim ini.
Arema FC Dominan, Tapi Tumpul di Penyelesaian Akhir
Jika melihat jalannya pertandingan, Arema FC sebenarnya tidak bermain buruk. Kehadiran Gabriel Silva sebagai rekrutan anyar memberikan warna berbeda di sektor sayap. Pemain asal Brasil tersebut kerap merepotkan pertahanan Dewa United lewat dribel dan pergerakan eksplosif.
Beberapa peluang emas berhasil di ciptakan Arema FC, mulai dari tembakan Gabriel Silva yang membentur tiang hingga sepakan jarak jauh Matheus Blade. Di babak kedua, Dalberto juga mendapat peluang terbuka yang sayangnya gagal di konversi menjadi gol.
Masalah utama Arema FC bukan pada kreativitas serangan, melainkan ketenangan di momen krusial. Berkali-kali peluang terbuang sia-sia, membuat tekanan mental semakin besar. Kondisi ini di perparah oleh performa luar biasa Sonny Stevens di bawah mistar gawang Dewa United yang tampil disiplin, fokus, dan penuh refleks cepat.
Sonny Stevens dan Alex Martins, Dua Pilar Penentu Dewa United
Kemenangan Dewa tidak bisa di lepaskan dari dua sosok kunci: Alex Martins dan Sonny Stevens. Alex Martins menunjukkan kapasitasnya sebagai striker tajam dengan penyelesaian akhir yang efektif. Pergerakannya di kotak penalti Arema FC sulit di baca, membuat lini belakang Singo Edan kerepotan sepanjang babak pertama.
Sementara itu, Sonny Stevens layak di sebut sebagai tembok kokoh Dewa United. Penjaga gawang asal Belanda ini melakukan sejumlah penyelamatan krusial yang secara psikologis mematahkan semangat Arema FC. Ketika peluang demi peluang gagal berbuah gol, frustrasi pemain Arema semakin terlihat.
Di sisi lain, strategi serangan balik Dewa United yang melibatkan Egy Maulana Vikri dan Marukawa juga patut di apresiasi. Meski tidak menambah gol, tekanan konstan dari skema ini memaksa Arema FC lebih berhati-hati dan kehilangan momentum di menit-menit akhir.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 tetap bertahan dan menjadi bukti bahwa efektivitas, disiplin, serta performa individu dapat menjadi pembeda dalam laga ketat Super League.






