Lintasbalikpapan.com – Langkah Persebaya Surabaya menunjuk Bernardo Tavares sebagai pelatih kepala untuk Super League 2025/2026 menjadi sinyal kuat bahwa klub tidak ingin sekadar bertahan, tetapi benar-benar membangun ulang fondasi tim secara serius. Pelatih asal Portugal tersebut resmi diumumkan melalui media sosial klub, dengan pesan singkat namun tegas bahwa Tavares kini menjadi bagian dari keluarga besar Bajul Ijo.
Kehadiran Bernardo Tavares di nilai sebagai jawaban dari kebutuhan Persebaya akan sosok pelatih berpengalaman yang terbiasa bekerja dalam tekanan tinggi. Ia tidak datang sendirian, melainkan membawa satu asisten, sementara jajaran kepelatihan lama tetap di pertahankan untuk mendukung proses adaptasi. Hal ini menunjukkan bahwa Persebaya memilih pendekatan kolaboratif, bukan perubahan drastis yang berisiko mengganggu stabilitas tim.
Transisi Pelatih dan Manajemen yang Lebih Hati-Hati
Keputusan menunjuk Bernardo Tavares tidak diambil secara terburu-buru. Setelah berpisah dengan Eduardo Perez pada 22 November, manajemen Persebaya sempat memilih bersikap tenang dan profesional. Meski sudah mengantongi kesepakatan jangka panjang dengan pelatih baru sejak sebulan sebelumnya, klub menunda pengumuman resmi demi menyelesaikan urusan legalitas.
Selama masa transisi, Persebaya di tangani oleh dua asisten pelatih, Uston Nawawi dan Shin Sang Gyu. Peran mereka cukup krusial dalam menjaga atmosfer tim tetap kondusif, di tengah munculnya berbagai spekulasi nama pelatih baru. Situasi ini menunjukkan perubahan pendekatan manajemen yang kini lebih matang, tidak reaktif terhadap tekanan publik, dan fokus pada keberlanjutan jangka panjang.
Pengalaman Internasional Bernardo Tavares yang Jadi Modal Utama
Nama Bernardo Tavares bukan sosok asing di sepak bola Indonesia. Ia pernah mencatatkan sejarah manis bersama PSM Makassar dengan menjuarai Liga 1 musim 2022/2023. Meski akhirnya meninggalkan PSM pada Oktober lalu akibat persoalan gaji, rekam jejaknya tetap di akui sebagai pelatih yang disiplin, detail, dan kuat dalam membangun mental tim.
Lebih dari itu, Tavares membawa pengalaman lintas budaya yang jarang di miliki pelatih lain di Liga Indonesia. Kariernya pernah membawanya melatih di Portugal, Oman, Maladewa, Macau, India, hingga Finlandia. Dengan lisensi Pro UEFA di tangan, ia di kenal sebagai pelatih yang menekankan struktur permainan, kedisiplinan taktik, dan pengembangan pemain secara bertahap.
Bagi Persebaya, kehadiran Bernardo Tavares bukan sekadar pergantian pelatih, melainkan investasi visi. Jika di beri waktu dan dukungan penuh, bukan tidak mungkin Bajul Ijo kembali menjadi kekuatan utama di kompetisi domestik, sekaligus tampil lebih konsisten dan matang dalam jangka panjang.






