Lintasbalikpapan.com – Pertemuan Inter Milan kontra Liverpool di Stadion Giuseppe Meazza kembali menghadirkan drama menarik yang sayang untuk dilewatkan. Meski datang dengan modal yang tidak begitu meyakinkan, The Reds justru tampil penuh percaya diri dan berhasil membawa pulang tiga poin berharga. Pertandingan ini memberikan pesan jelas bahwa mental juara masih tertanam kuat dalam skuad asuhan Arne Slot.
Inter Milan Dominan, Tapi Liverpool Lebih Tajam Saat Menyerang
Sejak peluit awal di bunyikan, Inter Milan mencoba mengambil alih ritme permainan. Namun, Liverpool yang datang sebagai tim non-unggulan tampil jauh lebih rapi dalam bertahan dan berani mengambil risiko ketika melakukan serangan balik.
Curtis Jones menjadi pemain pertama yang menguji lini belakang Inter. Tembakannya di menit ke-18 memaksa Yann Sommer melakukan penyelamatan krusial. Tidak berhenti sampai di situ, Hugo Ekitike juga memberikan ancaman nyata beberapa menit kemudian, namun lagi-lagi Sommer menjadi pagar kokoh bagi Inter.
Liverpool bahkan sempat merayakan gol melalui sepakan Ibrahima Konate setelah memanfaatkan kekacauan dari situasi sepak pojok. Sayangnya, VAR membalikkan keadaan setelah mendeteksi adanya handsball dari Ekitike saat proses terciptanya gol. Keputusan ini sempat memancing protes, namun wasit tetap pada keputusannya.
Inter Bangkit, Tapi The Reds Tidak Kehilangan Kendali
Lima menit terakhir babak pertama menjadi momentum Inter untuk membalikkan tekanan. Nama-nama seperti Barella, Dimarco, hingga Lautaro Martinez bergantian mencoba menembus rapatnya lini bertahan Liverpool. Walau banyak peluang tercipta, Alison Becker tetap tampil solid menghadang serangan yang datang bertubi-tubi.
Memasuki babak kedua, Inter mencoba merombak strategi agar permainan bisa lebih mengalir. Namun, Liverpool justru tampil makin nyaman dengan tempo mereka. Ekitike kembali mendapatkan peluang emas lewat tendangan jarak jauh, namun Sommer tampil superior dalam pertandingan ini.
Upaya Conor Bradley di menit ke-80 bahkan hampir menghancurkan harapan Inter lebih cepat, tapi Sommer sekali lagi menjadi pahlawan bagi Nerazzurri. Meski demikian, tekanan yang terus diberikan Liverpool akhirnya berbuah hasil.
Penalti di Menit Akhir Menjadi Pembeda
Menit ke-85 menjadi titik balik pertandingan. Aksi penetrasi Florian Wirtz memaksa Alessandro Bastoni melakukan kontak yang di nilai sebagai tarikan ilegal. VAR kembali digunakan, dan kali ini keputusan berpihak pada Liverpool. Wasit menunjuk titik putih.
Dominik Szoboszlai maju sebagai eksekutor. Dengan tenang, ia mengarahkan bola ke sisi gawang dan membuat Sommer tak berkutik. Gol di menit ke-88 tersebut menjadi kunci kemenangan Liverpool sekaligus pukulan telak bagi Inter yang berjuang habis-habisan sepanjang laga.
Upaya Inter untuk menyamakan kedudukan di sisa waktu tidak membuahkan hasil. Begitu peluit panjang berbunyi, The Reds merayakan kemenangan yang terasa sangat penting, bukan hanya dari sisi skor, tetapi juga dari sisi mental tim yang sedang berusaha bangkit dari performa inkonsisten.






