Lintasbalikpapan.com – Persebaya Surabaya menjalani malam yang cukup dramatis di Stadion Gelora BJ Habibie Parepare setelah sukses menahan imbang PSM Makassar 1-1. Di tengah tekanan suporter tuan rumah dan performa PSM yang sedang moncer, satu poin yang dibawa pulang terasa layak disyukuri. Pelatih sementara Bajul Ijo, Uston Nawawi, menegaskan bahwa hasil ini bukan hadiah, melainkan buah dari kerja keras pemain yang sejak awal sudah memasang target mencuri poin penuh. Meski rencana tiga poin belum terwujud, Uston menyebut hasil ini tetap menjadi modal penting untuk menjaga mental tim.
Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari dukungan Bonek dan Bonita yang selalu hadir di mana pun tim bertanding. Uston turut menyebut bahwa atmosfer dukungan suporter turut memompa semangat tim untuk tetap tenang meski menghadapi lawan yang sedang dalam performa optimal.
Gol Cepat, Adu Gengsi, hingga Ketegangan yang Tak Terhindarkan
Pertandingan baru berjalan beberapa menit ketika intensitas langsung melonjak. PSM membuka keunggulan pada menit ke-8 lewat Savio yang memanfaatkan kekacauan di kotak penalti Persebaya. Namun, reaksi cepat muncul hanya empat menit kemudian. Bruno Moreira tampil sebagai penyelamat dengan penyelesaian klinis yang membuat skor kembali imbang 1-1.
Setelah gol balasan tersebut, tempo laga tetap tinggi dari kedua kubu. Jual beli serangan terjadi hampir tanpa jeda, dan tensi kian memanas menjelang akhir pertandingan. Adu mulut antara Milos Raickovic dan Lucas Serafim, hingga keputusan wasit yang sempat mencabut kartu merah untuk Akbar Tanjung sebelum diubah jadi kartu kuning setelah intervensi VAR, membuat pertandingan semakin panas.
PSM sempat nyaris memastikan kemenangan lewat tendangan bebas Neto yang membentur mistar. Namun tak lama kemudian, Akbar akhirnya tetap diusir karena menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Bruno Moreira. Meski unggul jumlah pemain, Persebaya gagal memanfaatkan situasi dan skor 1-1 bertahan hingga peluit akhir. Hasil ini menempatkan PSM di posisi kedelapan klasemen dengan 19 poin, sementara Persebaya mengikuti tepat di belakang dengan 18 poin.
Empat Laga Tanpa Kekalahan, Persebaya Surabaya Evaluasi Besar
Usai pertandingan, Uston Nawawi menegaskan bahwa hasil seri ini menunjukkan kesiapan tim yang sudah di asah sejak latihan di Surabaya. Namun ia juga tak menutup mata bahwa ada banyak hal yang harus di benahi. Persebaya memang tidak kalah dalam empat pertandingan terakhir, tetapi tren seri yang berkepanjangan membuat tiga poin terasa kian penting.
Dengan adanya jeda kompetisi, Uston sudah menyiapkan evaluasi besar untuk meningkatkan agresivitas dan konsistensi tim. Apalagi lawan berikutnya bukan sembarang tim Persebaya akan menghadapi pemuncak klasemen, Borneo FC. Jeda singkat ini menjadi kesempatan emas untuk memperbaiki detail kecil yang selama ini menghambat tim meraih kemenangan penuh.
Di tengah perjalanan musim yang masih panjang, hasil imbang di Parepare menjadi pengingat sekaligus dorongan bagi seluruh skuad bahwa mereka mampu bersaing di papan tengah menuju level yang lebih tinggi. Persebaya kini membawa pulang bukan hanya satu poin, tetapi juga kepercayaan diri baru untuk menghadapi tantangan selanjutnya.






