Verdonk Absen, Lille Menang Besar! Tim Dean James & Jonathans Tak Berdaya!

Lintasbalikpapan.com – Ajang Liga Europa musim 2025/2026 kembali menghadirkan cerita menarik bagi para pemain Indonesia yang berkarier di Eropa. Meski jumlah pemain Merah Putih yang tampil di kompetisi antarklub benua biru semakin bertambah, perjalanan mereka jauh dari kata seragam. Ada yang merayakan kemenangan besar, ada pula yang harus merasakan pahitnya duduk di bangku cadangan atau menerima kekalahan telak. Cerita dari Calvin Verdonk, Miliano Jonathans, dan Dean James menjadi gambaran nyata betapa dinamisnya persaingan di panggung Eropa.

Calvin Verdonk: Absennya Sang Andalan di Tengah Kemenangan Besar Lille

Lille tampil garang saat menjamu Dinamo Zagreb di Stade Pierre-Mauroy, dengan skor meyakinkan 4-0. Namun, kemenangan besar itu justru di warnai absennya nama Calvin Verdonk dari daftar susunan pemain. Padahal, pada tiga laga sebelumnya di Liga Europa, Verdonk selalu menjadi pilihan utama di lini pertahanan.

Posisinya pada laga ini di isi oleh Romain Perraud, yang tampil solid sepanjang pertandingan. Meskipun absen, performa Lille tetap impresif. Falie Xorreia membuka pesta gol pada menit ke-21, di susul gol Ngal’ayel Mukau sebelum turun minum. Di babak kedua, Hamza Igamane menambah keunggulan, sebelum Benjamin Andre memastikan kemenangan telak 4-0.

Bagi Verdonk, absennya ia di pertandingan ini tentu menjadi tanda tanya tersendiri, terutama mengingat konsistensinya dalam tiga laga sebelumnya. Namun, rotasi pemain memang kerap terjadi di kompetisi sepadat Liga Europa.

Miliano Jonathans: Menyaksikan dari Bangku Cadangan Saat FC Utrecht Tumbang

Sementara itu, Miliano Jonathans harus merasakan malam yang kurang menyenangkan bersama FC Utrecht. Bertandang ke markas Real Betis di Stadion de la Cartuja, Jonathans hanya menjadi penonton dari bangku cadangan sepanjang 90 menit.

FC Utrecht kalah 1-2, dengan gol semata wayang mereka di cetak oleh Miguel Rodriguez. Bahkan, mereka sempat menyamakan kedudukan lewat Derry Murkin, namun di anulir VAR karena offside. Momen itu seolah menjadi simbol malam yang serba tidak berpihak pada tim Belanda tersebut.

Meski tidak di mainkan, pengalaman berada di atmosfer pertandingan sebesar ini tetap menjadi modal penting bagi Jonathans untuk berkembang. Kompetisi internal di FC Utrecht pun cukup ketat, sehingga menembus line-up utama bukan tugas mudah.

Dean James: Tampil Penuh tetapi Harus Menelan Kekalahan di Kandang Sendiri

Nasib berbeda dialami Dean James bersama Go Ahead Eagles. Berhadapan dengan Stuttgart di Stadion De Adelaarshorst, James dipercaya tampil penuh sejak menit pertama. Namun, kepercayaan itu tidak berbanding lurus dengan hasil akhir yang harus diterima timnya.

Go Ahead Eagles tumbang 0-4 setelah di bombardir Stuttgart yang tampil lebih efektif. Dua gol Jamie Leweling di babak pertama membuat tuan rumah kesulitan bangkit. Bilal El Khannouss dan Badredine Bouanani menambah luka dengan gol di babak kedua dan injury time. James sendiri sempat diganjar kartu kuning pada menit ke-37, menambah berat langkahnya menjaga lini belakang. Meski begitu, jam terbang yang ia dapatkan di laga ini tetap sangat berarti. Bertahan selama 90 menit di level kompetisi Eropa menjadi pengalaman yang tidak semua pemain muda dapatkan.

Yang jelas, perjalanan mereka di Eropa masih panjang, dan kiprah mereka selalu menarik untuk di ikuti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *