Pemprov Kaltim Bidik Pasar Global, 100 UKM Akan Dapat Pelatihan Ekspor

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperluas strategi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mengarahkan pelaku usaha lokal untuk menembus pasar internasional. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemberian pelatihan ekspor bagi 100 usaha kecil dan menengah (UKM) sebagai bagian dari program prioritas tahun 2026.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, saat menghadiri Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro bertema “UMKM Terkoneksi, Tumbuh Berinovasi” di Gedung BSCC Dome Balikpapan, Selasa (16/6/2026).

Menurut Rudy, penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi langkah penting agar produk-produk UMKM Kaltim tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar global. Untuk itu, pemerintah daerah menyiapkan berbagai program pendampingan yang berorientasi pada peningkatan daya saing dan akses ekspor.

“UMKM memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh. Karena itu, kami ingin pelaku usaha di Kalimantan Timur tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu memanfaatkan peluang pasar internasional,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemprov Kaltim akan memfasilitasi pelatihan ekspor bagi 100 UKM. Selain itu, pemerintah juga akan mendukung partisipasi pelaku usaha dalam kegiatan promosi dagang nasional maupun internasional, termasuk melalui Trade Expo Indonesia dan agenda business matching dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Program pengembangan ekspor juga mencakup pendampingan bagi eksportir maupun calon eksportir asal Kalimantan Timur. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memahami prosedur ekspor, standar produk, hingga strategi pemasaran untuk menjangkau pasar luar negeri.

Rudy menilai, peluang ekspor produk UMKM Kaltim masih sangat terbuka, terutama untuk produk olahan pangan, kerajinan, serta berbagai komoditas unggulan daerah yang memiliki nilai tambah tinggi.

Di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif, ia juga mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat legalitas usaha, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pemasaran.

“Pelaku UMKM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Inovasi, kualitas produk, dan pemanfaatan teknologi menjadi modal penting untuk bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.

Selain program ekspor, Pemprov Kaltim juga menyiapkan berbagai program pendukung lainnya seperti fasilitasi sertifikasi produk, peningkatan literasi digital, penguatan kemitraan usaha, hingga pengembangan kewirausahaan terpadu di kabupaten dan kota.

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap semakin banyak UMKM Kaltim yang mampu naik kelas dan menjadi bagian dari rantai perdagangan global, sekaligus memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja. (yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *