Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan mendorong penataan reklame sebagai bagian dari upaya menciptakan tata kota yang lebih rapi, modern, dan nyaman bagi masyarakat. Penataan tersebut dinilai penting seiring perkembangan Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dituntut memiliki wajah kota yang tertib dan representatif.
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman, mengatakan keberadaan reklame yang tidak tertata dapat mengurangi nilai estetika kawasan perkotaan. Karena itu, diperlukan langkah penataan yang lebih komprehensif, termasuk mendorong penggunaan media reklame digital seperti videotron di titik-titik strategis.
Menurutnya, sejumlah kota besar di Indonesia telah berhasil menerapkan konsep penataan reklame yang lebih modern dengan mengurangi pemasangan reklame konvensional dan mengoptimalkan penggunaan videotron. Selain menciptakan pemandangan kota yang lebih tertib, langkah tersebut juga mampu menyesuaikan perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan dunia usaha.
“Kita ingin Balikpapan memiliki tata reklame yang lebih baik. Selain mendukung estetika kota, penataan ini juga menjadi bagian dari persiapan Balikpapan sebagai daerah penyangga IKN yang harus tampil lebih modern dan tertata,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Taufik menjelaskan, DPRD bersama pemerintah kota saat ini terus membahas berbagai aspek dalam penataan reklame, mulai dari pengaturan titik pemasangan, jenis reklame yang diperbolehkan, hingga evaluasi regulasi yang ada agar lebih sesuai dengan perkembangan kota.
Ia menilai penataan reklame bukan hanya berkaitan dengan pendapatan daerah, tetapi juga menyangkut kualitas ruang publik dan kenyamanan masyarakat. Reklame yang terpasang secara sembarangan berpotensi mengganggu keindahan kota, bahkan dapat memengaruhi keselamatan pengguna jalan apabila tidak memenuhi standar yang ditetapkan.
Karena itu, DPRD mendorong agar kebijakan penataan reklame dapat dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pelaku usaha dan pemangku kepentingan terkait. Dengan demikian, transformasi menuju sistem reklame yang lebih modern dapat berjalan tanpa menghambat aktivitas ekonomi.
Selain mempercantik wajah kota, penataan reklame yang baik juga diharapkan mampu mendukung citra Balikpapan sebagai kota jasa, perdagangan, dan gerbang utama menuju kawasan IKN. Upaya tersebut menjadi bagian dari pembangunan kota yang berorientasi pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, estetika lingkungan, dan kenyamanan masyarakat.
“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan Balikpapan yang lebih tertata, modern, dan membanggakan bagi masyarakat maupun para pendatang yang datang ke kota ini,” pungkasnya. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)






