Lintasbalikpapan.com – Pertandingan antara Persijap Jepara melawan Borneo FC Samarinda di Stadion Gelora Bumi Kartini berlangsung ketat sejak menit awal. Laga pekan ke-33 BRI Super League 2026 itu menjadi sorotan karena sangat menentukan persaingan papan atas klasemen.
Tuan rumah Persijap tampil percaya diri di depan pendukungnya sendiri. Tim asal Jepara langsung menekan sejak awal pertandingan melalui pergerakan Alexis Nahuel dan Sudi Abdallah yang beberapa kali mencoba membongkar pertahanan Borneo FC.
Meski sempat di tekan, Borneo FC perlahan mulai menemukan ritme permainan. Tim berjuluk Pesut Etam itu mencoba membalas lewat serangan dari lini tengah. Salah satu peluang datang dari Koldo Obieta yang melepaskan tendangan jarak jauh, namun bola masih melambung di atas mistar gawang.
Persijap sendiri tidak tinggal diam. Carlos Franca sempat mendapat kesempatan emas untuk membuka keunggulan, tetapi penyelesaian akhirnya belum cukup untuk menaklukkan kiper Nadeo Argawinata.
Atmosfer pertandingan berjalan panas dengan tempo cepat. Kedua tim sama-sama tampil agresif, tetapi solidnya lini pertahanan membuat skor tetap bertahan imbang hingga turun minum.
Babak Kedua Penuh Tekanan, Pesut Etam Kesulitan Berkembang
Memasuki babak kedua, Persijap tampil semakin berani. Serangan demi serangan terus di lancarkan demi memanfaatkan status sebagai tuan rumah. Carlos Henrique, Dicky Kurniawan, hingga Sudi Abdallah silih berganti mencoba menciptakan peluang berbahaya.
Borneo FC justru terlihat kesulitan keluar dari tekanan. Permainan cepat Persijap membuat lini tengah Pesut Etam tidak mampu berkembang secara maksimal. Serangan yang dibangun Borneo lebih banyak terhenti sebelum memasuki area kotak penalti.
Penampilan impresif kiper Persijap, Muh Ardiansyah, juga menjadi salah satu faktor penting dalam laga ini. Ia beberapa kali melakukan penyelamatan krusial yang menggagalkan peluang emas Borneo FC.
Salah satu momen terbaik tim tamu hadir melalui tendangan bebas Juan Villa. Bola yang mengarah ke sudut gawang berhasil di tepis dengan baik oleh Muh Ardiansyah. Tak hanya itu, Mariano Peralta juga gagal memanfaatkan peluang setelah tendangannya kembali di amankan sang penjaga gawang.
Menjelang akhir pertandingan, Borneo FC mencoba tampil lebih menyerang. Jose Cleyton yang masuk sebagai pemain pengganti hampir menjadi pembeda lewat tendangan kerasnya di masa injury time. Namun lagi-lagi, Muh Ardiansyah tampil sigap dan menjaga gawang Persijap tetap aman. Hingga peluit panjang di bunyikan, skor 0-0 tidak berubah.
Hasil Imbang Bikin Peluang Juara Borneo FC Menipis
Tambahan satu poin membuat Borneo FC kini mengoleksi 76 poin dan tetap berada di posisi kedua klasemen sementara. Namun hasil tersebut terasa kurang ideal karena pada saat bersamaan Persib Bandung berhasil meraih kemenangan dramatis atas PSM Makassar.
Dengan koleksi 78 poin, Persib kini unggul dua angka dari Borneo FC menjelang akhir musim. Situasi ini membuat persaingan perebutan gelar juara BRI Super League 2026 semakin menegangkan.
Bagi Borneo FC, hasil imbang di Jepara menjadi kerugian besar karena mereka sebenarnya memiliki peluang untuk terus menekan Persib di puncak klasemen. Ketidakmampuan memanfaatkan peluang menjadi pekerjaan rumah utama yang harus segera di benahi.
Sementara itu, Persijap patut mendapat apresiasi atas performa disiplin mereka sepanjang pertandingan. Meski tidak meraih kemenangan, keberhasilan menahan salah satu kandidat juara menjadi bukti bahwa Persijap mampu tampil kompetitif menghadapi tim besar.
Dengan kompetisi yang hanya menyisakan satu pertandingan lagi, setiap poin kini menjadi sangat berharga. Para pendukung sepak bola Indonesia pun di pastikan akan menantikan bagaimana akhir drama perebutan gelar musim ini.






