Comeback Menegangkan!  Real Madrid vs Bungkam Benfica, El Real Melaju ke 16 Besar!

Lintasbalikpapan.com – Pertandingan leg kedua play-off fase gugur Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica menghadirkan drama yang tak sekadar soal skor. Bermain di Santiago Bernabeu, Los Blancos menang 2-1 dan memastikan tiket ke babak 16 besar dengan agregat 3-1.

Namun kemenangan ini bukan hanya tentang keunggulan angka. Ini adalah cerita tentang respons cepat, ketenangan di bawah tekanan, dan kematangan taktik yang menjadi identitas Madrid di kompetisi Eropa.

Datang dengan modal agregat 1-0 dari leg pertama, Madrid sebenarnya berada di posisi aman. Tapi Liga Champions selalu menyimpan kejutan, dan Benfica membuktikan bahwa mereka datang bukan sekadar pelengkap.

Jalannya Pertandingan

Benfica membuka kejutan di menit ke-15 lewat Rafa Silva. Gol tersebut sempat membuat suasana stadion hening dan agregat kembali imbang. Momentum terlihat berpindah ke kubu tamu.

Namun di sinilah letak perbedaan tim besar dan tim yang sedang menantang. Hanya berselang satu menit, Aurelien Tchouameni mencetak gol penyeimbang lewat tembakan terukur dari luar kotak penalti setelah menerima umpan tarik Federico Valverde.

Respons secepat itu bukan hanya menyamakan skor menjadi 1-1, tetapi juga menghancurkan momentum Benfica. Secara psikologis, Madrid mengirim pesan tegas: mereka tidak panik.

Di babak pertama, kedua tim saling jual beli serangan. Thibaut Courtois tampil krusial dengan beberapa penyelamatan penting, sementara gol Arda Güler sempat dianulir VAR karena offside. Intensitas tinggi ini menunjukkan bahwa laga jauh dari kata mudah bagi tuan rumah.

Memasuki babak kedua, Benfica tampil lebih agresif. Mereka sadar butuh kemenangan untuk membalikkan keadaan agregat. Tekanan demi tekanan dilancarkan, termasuk percobaan dari Pavlidis yang nyaris membahayakan gawang Madrid.

Namun strategi menyerang total memiliki konsekuensi. Lini belakang Benfica mulai meninggalkan ruang kosong. Dan menghadapi tim sekelas Madrid, satu celah saja bisa berakibat fatal.

Di menit ke-80, momen itu datang. Vinicius Junior lolos dari pengawalan dan dengan tenang menaklukkan Anatoliy Trubin lewat sepakan mendatar yang terarah. Gol ini bukan hanya memastikan kemenangan 2-1, tetapi juga menutup harapan Benfica untuk bangkit. Madrid menunjukkan efisiensi, tidak selalu dominan dalam penguasaan bola, tetapi sangat efektif dalam memanfaatkan peluang.

Lebih dari Sekadar Lolos: Sinyal Kuat Real Madrid di Liga Champions

Kemenangan ini membawa Real Madrid melaju ke babak 16 besar Liga Champions dengan agregat meyakinkan 3-1. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana mereka menang.

Pertama, mentalitas. Saat tertinggal, mereka tidak kehilangan arah permainan. Kedua, kedalaman skuad. Kontribusi datang dari berbagai lini, mulai dari gelandang bertahan seperti Tchouameni hingga winger eksplosif seperti Vinicius Jr. Ketiga, pengalaman bermain di panggung besar yang membuat mereka tetap tenang dalam tekanan.

Benfica sebenarnya tampil berani dan disiplin. Mereka mampu menciptakan peluang dan sempat membuat pertandingan kembali terbuka. Namun menghadapi tim dengan tradisi Eropa sekuat Madrid membutuhkan lebih dari sekadar keberanian.

Pertandingan ini menegaskan satu hal: Real Madrid selalu menemukan cara untuk bertahan dan menang di kompetisi yang mereka anggap “rumah sendiri”. Dengan performa seperti ini, Los Blancos kembali mengirim peringatan kepada para rival bahwa perjalanan mereka di Liga Champions musim ini belum akan berhenti.

Kini, perhatian tertuju pada babak 16 besar. Jika konsistensi dan ketajaman tetap terjaga, bukan tidak mungkin Real Madrid kembali melangkah jauh—seperti yang sudah sering mereka lakukan dalam sejarah panjang kompetisi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *