Lintasbalikpapan.com – Tekanan besar sempat menyelimuti skuad Persebaya Surabaya setelah dua hasil minor beruntun di ajang Super League 2025/2026. Namun, jawaban yang ditunggu akhirnya datang di hadapan publik sendiri. Menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo, Bajul Ijo menang tipis 1-0 dalam laga yang sarat tekanan dan pembuktian.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya tampil agresif. Intensitas tinggi langsung diperlihatkan lewat pressing ketat dan distribusi bola cepat dari sisi sayap. Strategi ini jelas dirancang untuk mencuri momentum lebih dulu, mengingat lawan juga datang dengan kondisi mental kurang ideal usai dua kekalahan beruntun.
Gol yang ditunggu akhirnya hadir pada menit ke-27. Skema serangan dari sisi kanan menjadi pembeda. Pergerakan cepat dan keberanian melakukan duel satu lawan satu membuka ruang tembak yang berujung gol. Stadion pun bergemuruh, dan atmosfer pertandingan berubah drastis. Keunggulan tersebut bukan sekadar angka di papan skor, melainkan suntikan moral yang sangat dibutuhkan.
Dominasi Taktis dan Momentum Babak Pertama
Jika melihat jalannya pertandingan, Persebaya bukan hanya unggul skor, tetapi juga unggul dalam kontrol permainan. Lini tengah tampil disiplin menjaga jarak antarlini, membuat PSM kesulitan membangun serangan terstruktur.
Peluang demi peluang tercipta. Salah satunya lewat penetrasi di dalam kotak penalti pada menit ke-39 yang memaksa lini belakang PSM bekerja ekstra keras. Meski tak berbuah gol tambahan, situasi ini menunjukkan betapa dominannya tuan rumah dalam menciptakan tekanan.
Di sisi lain, PSM tampak kesulitan keluar dari pressing. Transisi dari bertahan ke menyerang tidak berjalan mulus. Setiap upaya membangun serangan kerap terhenti di sepertiga lapangan sendiri. Minimnya kreativitas di lini tengah membuat alur bola mudah ditebak dan dipatahkan.
Namun, satu catatan penting bagi Persebaya adalah efektivitas. Meski mendominasi, penyelesaian akhir masih perlu di asah. Beberapa peluang emas gagal di konversi menjadi gol tambahan. Dalam pertandingan dengan tensi tinggi, situasi seperti ini bisa saja berujung petaka bila lawan mampu mencuri gol balasan.
Babak Kedua: Ujian Konsistensi dan Mentalitas
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan sedikit berubah. PSM mencoba tampil lebih berani dengan menaikkan garis pertahanan dan mempercepat aliran bola. Meski demikian, organisasi pertahanan Persebaya tetap solid.
Fokus dan kedisiplinan menjadi kunci. Para pemain belakang tampil tenang dalam mengantisipasi umpan silang maupun percobaan tembakan jarak jauh. Koordinasi antarlini terlihat lebih rapi di banding dua laga sebelumnya.
Menjelang injury time, Persebaya sebenarnya memiliki peluang emas untuk menggandakan keunggulan. Situasi satu lawan satu dengan kiper gagal di maksimalkan secara sempurna. Bola melambung tipis di atas mistar, membuat laga tetap berada dalam tensi tinggi hingga peluit akhir berbunyi.
Kemenangan 1-0 ini memang terbilang tipis, tetapi secara mental nilainya sangat besar. Dalam fase kompetisi yang semakin kompetitif, tiga poin lebih penting daripada margin skor.
Dampak Kemenangan bagi Persebaya Surabaya di Klasemen
Tambahan tiga poin membawa Persebaya kini mengoleksi 38 poin dari 23 pertandingan dan bertengger di posisi lima klasemen sementara. Posisi ini membuka peluang untuk terus bersaing di papan atas jika konsistensi mampu di jaga hingga akhir musim.
Sebaliknya, PSM harus puas tertahan di peringkat ke-13 dengan 23 poin. Situasi ini tentu menjadi alarm bagi tim berjuluk Juku Eja untuk segera menemukan solusi sebelum jarak dengan zona aman semakin menipis.
Bagi Persebaya, kemenangan ini bisa menjadi titik balik. Lebih dari sekadar hasil akhir, laga ini menunjukkan adanya perbaikan dalam intensitas, organisasi permainan, serta mental bertanding. Jika efektivitas penyelesaian akhir dapat di tingkatkan, bukan tidak mungkin Bajul Ijo kembali menjadi ancaman serius di papan atas Super League musim ini.
Pada akhirnya, sepak bola bukan hanya tentang mencetak gol, tetapi juga tentang bagaimana sebuah tim merespons tekanan. Dan di laga ini, Persebaya berhasil menjawabnya dengan cara yang paling meyakinkan: kemenangan.






