Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Iim, menekankan pentingnya standar keamanan dan komunikasi yang baik di tempat penitipan anak (daycare) guna memberikan rasa aman bagi orang tua.
Menurutnya, keberadaan daycare harus mampu menjamin keselamatan anak, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari sisi emosional. “Setidaknya harus ada jaminan bagi orang tua bahwa anak mereka aman. Komunikasi juga harus terjalin dengan baik,” ujarnya, Senin (4/5/2026)
Dia menilai, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menyediakan fasilitas CCTV yang dapat diakses langsung oleh orang tua. Dengan begitu, orang tua dapat memantau kondisi anak mereka secara real time dan merasa lebih tenang saat beraktivitas.
“Kalau bisa, CCTV itu terhubung ke orang tua. Jadi mereka bisa tahu anaknya sedang apa, makan apa, dan bagaimana kondisinya,” tambahnya.
Selain itu, Iim juga menekankan pentingnya kedekatan antara pengasuh dengan anak. Ia menyebut, pengasuhan tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga melibatkan perhatian dan kasih sayang.
“Menitipkan anak itu bukan sekadar fisik, tapi juga batin. Mengasuh anak harus dengan hati supaya ada kedekatan,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar orang tua tetap aktif menjalin interaksi dengan anak meskipun dititipkan di daycare, misalnya dengan sesekali berkunjung di sela waktu kerja. Hal ini dinilai penting untuk menjaga ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Lebih lanjut, Iim mengingatkan agar orang tua selektif dalam memilih daycare. Jika sejak awal sudah muncul rasa tidak nyaman, ia menyarankan agar orang tua tidak ragu mencari alternatif lain.
“Kalau dari awal sudah ada indikasi tidak nyaman, sebaiknya tidak dilanjutkan. Banyak pilihan daycare lain yang bisa dipertimbangkan,” tegasnya.
Ia juga menilai, keputusan perempuan untuk bekerja bukanlah hal yang salah, selama kebutuhan anak tetap menjadi prioritas. Namun, penitipan anak kepada pihak lain harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan kejelasan sistem pengasuhan.
“Perempuan bekerja itu tidak salah. Tapi ketika anak dititipkan, itu adalah amanah besar. Jadi harus benar-benar jelas dan terpercaya,” katanya.
Terkait pengawasan, Iim menyebut pihaknya tidak secara khusus melakukan inspeksi mendadak (sidak), namun tetap membuka kemungkinan melakukan kunjungan dalam rangka silaturahmi dan pemantauan kondisi daycare di lapangan.
“Kalau sidak mungkin tidak, tapi kami bisa berkunjung untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” pungkasnya. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)






