Lintasbalikpapan.com – Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA Series 2026 semakin serius. Dalam sesi latihan kedua yang digelar di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, suasana terlihat lebih hidup dibandingkan latihan sebelumnya. Meski belum diikuti seluruh pemain, intensitas latihan mulai meningkat dan memberikan gambaran kesiapan skuad Garuda.
Sebanyak 15 pemain tampak hadir dalam sesi tersebut. Nama-nama seperti Maarten Paes, Nadeo Argawinata, hingga Jordi Amat menunjukkan kombinasi pemain lokal dan naturalisasi yang semakin solid. Kehadiran pemain muda seperti Beckham Putra dan Ivar Jenner juga menambah warna dalam sesi latihan ini.
Menariknya, pelatih mulai menerapkan variasi latihan yang lebih taktis. Tidak hanya fokus pada fisik, pemain juga terlihat menjalani simulasi permainan yang mengarah pada strategi pertandingan. Hal ini menjadi sinyal bahwa tim pelatih ingin memaksimalkan waktu persiapan yang terbatas dengan pendekatan yang lebih efektif.
Dengan komposisi pemain yang mulai berkumpul, sesi latihan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi juga menjadi ajang adaptasi antar pemain. Chemistry tim menjadi faktor penting yang terus diasah menjelang laga internasional.
Elkan Baggott Jadi Sorotan, Tanda Kebangkitan di Lini Belakang
Dari sekian banyak pemain yang hadir, sosok Elkan Baggott menjadi pusat perhatian. Bek jangkung ini langsung mencuri perhatian sejak pertama kali menginjak lapangan. Posturnya yang tinggi dan gaya bermainnya yang khas membuatnya mudah dikenali bahkan dari kejauhan.
Kehadiran Baggott bukan hanya soal fisik, tetapi juga membawa energi baru bagi lini pertahanan Timnas Indonesia. Setelah cukup lama absen sejak Piala Asia 2023, kembalinya ia ke skuad Garuda menjadi angin segar yang di nantikan banyak pihak.
Dalam sesi latihan, Baggott terlihat sangat antusias mengikuti setiap instruksi pelatih. Ia aktif berkomunikasi dengan rekan setim dan menunjukkan kesiapan untuk kembali menjadi pilar utama di lini belakang. Hal ini tentu menjadi sinyal positif, mengingat Indonesia membutuhkan pertahanan yang solid untuk menghadapi lawan-lawan kuat di FIFA Series.
Kembalinya Baggott juga membuka peluang kombinasi baru di sektor pertahanan. Dengan pemain seperti Jordi Amat dan Rizky Ridho, Timnas Indonesia memiliki opsi yang lebih variatif untuk meracik strategi bertahan yang kokoh.
Pemain Diaspora Menyusul, Timnas Indonesia Menuju Skuad Ideal
Meski sesi latihan sudah berjalan, masih ada sejumlah pemain yang belum bergabung. Mayoritas dari mereka adalah pemain yang berkarier di Eropa. Faktor perjalanan panjang dan jadwal kompetisi membuat mereka datang sedikit terlambat.
Namun, kondisi ini sudah di antisipasi oleh tim pelatih. Para pemain yang baru tiba diberikan program latihan berbeda agar bisa menyesuaikan kondisi fisik tanpa risiko cedera. Pendekatan ini menunjukkan manajemen tim yang semakin profesional dalam menangani pemain internasional.
Di perkirakan, pada sesi latihan berikutnya jumlah pemain akan lengkap hingga mencapai 24 orang. Kehadiran pemain diaspora seperti Calvin Verdonk dan lainnya akan semakin memperkuat kedalaman skuad.
Dengan komposisi yang hampir lengkap, Timnas Indonesia memiliki peluang besar untuk tampil lebih kompetitif. Kombinasi pemain lokal berbakat dan pengalaman pemain luar negeri menjadi modal penting untuk menghadapi FIFA Series 2026.
Jika proses adaptasi berjalan lancar, bukan tidak mungkin skuad Garuda akan tampil lebih percaya diri dan memberikan kejutan. Persiapan yang matang sejak awal menjadi kunci untuk meraih hasil maksimal di ajang internasional ini.








