Soal Wajib Pajak, Semua Sektor Jadi Perhatian

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik, menegaskan bahwa pihaknya terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kepatuhan wajib pajak melalui inspeksi mendadak (sidak) dan kunjungan lapangan.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari tugas dewan untuk memastikan para wajib pajak menaati aturan serta melaksanakan kewajibannya membayar pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

“Teman-teman di Komisi II sudah menjalankan fungsi pengawasan dengan melakukan sidak dan kunjungan lapangan terhadap wajib pajak. Tujuannya agar mereka menaati aturan dan memenuhi tanggung jawabnya dalam membayar pajak,” ujarnya pada rabu (18/2/2026).

Ia menekankan, pengawasan diperlukan agar tidak terjadi pembiaran terhadap potensi pelanggaran atau ketidakpatuhan yang dapat berdampak pada penerimaan daerah.

Terkait sektor yang menjadi perhatian, Japar menegaskan seluruh sektor penyumbang pajak daerah menjadi fokus pengawasan. Sumber pajak tersebut antara lain berasal dari restoran, hotel, hingga tempat-tempat hiburan yang merupakan bagian dari potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pajak itu sumbernya banyak, mulai dari restoran, hotel, hingga tempat hiburan. Semua itu adalah potensi PAD, sehingga tetap menjadi fokus pengawasan,” katanya.

Namun demikian, ia menjelaskan bahwa penilaian tingkat kepatuhan wajib pajak secara detail tetap mengacu pada data resmi yang dimiliki instansi teknis, dalam hal ini Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Menurutnya, hasil sidak di lapangan hanya memberikan gambaran umum, sementara data akurat terkait pelaporan dan pembayaran pajak berada di dinas terkait.

“Kalau soal kepatuhan, tentu kita melihat dari laporan dinas pajak karena mereka yang memiliki data lengkap dan akurat. Sidak di lapangan hanya sebagian kecil saja,” jelasnya.

Komisi II, lanjut Japar, mendorong Badan Pendapatan Daerah untuk lebih fokus dan optimal dalam mengawasi serta memastikan pembayaran pajak dari berbagai sektor berjalan sesuai ketentuan, demi meningkatkan PAD Kota Balikpapan. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *