Lintasbalikpapan.com – Pertemuan Como 1907 dan AC Milan pada lanjutan Liga Italia 2025/2026 bukan sekadar laga tunda giornata ke-16. Duel yang berlangsung di Stadio Giuseppe Sinigaglia itu mempertemukan dua tim dengan kekuatan yang sama-sama spesial, namun dari sisi berbeda. Como dikenal angker saat bermain di kandang, sementara AC Milan justru tampil luar biasa ketika bertandang.
Sebelum laga ini, Como 1907 menjadi salah satu tim dengan rekor kandang terbaik di Serie A. Dukungan publik sendiri seolah menjadi energi tambahan bagi klub yang dimiliki Hartono Bersaudara tersebut. Di sisi lain, AC Milan datang dengan kepercayaan diri tinggi berkat catatan tandang tanpa kekalahan. Kondisi inilah yang membuat laga terasa seperti ujian mental bagi kedua kubu.
Hasil akhir memang menunjukkan kemenangan 3-1 untuk Rosoneri, tetapi jalannya pertandingan memperlihatkan bahwa Como bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Mereka mampu mengimbangi, bahkan sempat mengontrol permainan, sebelum pengalaman dan efektivitas Milan berbicara.
Gol Cepat dan Keberanian Como yang Sempat Mengubah Arah Laga
Como 1907 langsung menunjukkan niatnya untuk mempertahankan dominasi kandang sejak menit awal. Intensitas tinggi dan permainan agresif membuat AC Milan tidak langsung nyaman mengembangkan permainan. Tekanan tersebut membuahkan hasil ketika Marc-Oliver Kempf mencetak gol cepat lewat sundulan, memanfaatkan celah di lini belakang Rossoneri.
Gol tersebut menjadi bukti bahwa Como tidak gentar menghadapi tim besar. Skema serangan sayap yang mereka andalkan beberapa kali merepotkan pertahanan Milan. Bahkan, sebelum turun minum, Como hampir menggandakan keunggulan lewat peluang sundulan Lucas Da Cunha yang masih mampu digagalkan Mike Maignan.
Namun, sepak bola sering kali di tentukan oleh momen krusial. Penalti yang di dapat AC Milan di akhir babak pertama mengubah dinamika pertandingan. Gol penyama dari titik putih membuat mental Como sedikit goyah, sementara Milan kembali menemukan ritme permainannya.
Mental Juara AC Milan dan Peran Sentral Adrien Rabiot
Babak kedua menjadi panggung pembuktian AC Milan sebagai tim dengan mental juara. Mereka tampil lebih sabar, menunggu celah, dan memaksimalkan setiap peluang. Adrien Rabiot muncul sebagai pembeda. Gol pertamanya tercipta dari pergerakan tanpa bola yang cerdas, menunjukkan kualitas gelandang berpengalaman di laga besar.
Keunggulan tersebut memaksa Como bermain lebih terbuka. Situasi ini justru di manfaatkan Milan untuk mengontrol tempo dan menekan balik. Meski Como masih mencoba bangkit, efektivitas serangan mereka mulai menurun seiring kelelahan pemain.
Gol kedua Rabiot di menit-menit akhir seakan menjadi penegasan bahwa pengalaman dan ketenangan AC Milan berada satu tingkat di atas. Tendangan jarak jauh yang akurat mengakhiri perlawanan Como sekaligus menjaga rekor tandang impresif Rossoneri musim ini.
Kekalahan ini memang menghentikan rekor kandang Como, tetapi tidak serta-merta menghapus progres positif mereka di Serie A. Sementara bagi AC Milan, kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa mereka tetap konsisten dalam perburuan papan atas, terutama dengan performa tandang yang sulit di tandingi.












