Lintasbalikpapan.com – Laga Persib Bandung kontra Persik Kediri menghadirkan cerita yang tak biasa bagi Saddil Ramdani. Winger lincah Maung Bandung itu mencetak gol penting yang sempat membuka harapan kemenangan di kandang lawan. Namun, sepak bola memang kerap menyajikan drama dalam satu malam. Dari pahlawan, Saddil harus menerima kenyataan pahit setelah diusir wasit akibat kartu kuning kedua.
Gol Saddil menunjukkan betapa pentingnya peran pemain sayap dalam skema permainan Persib. Pergerakannya aktif, agresif, dan kerap merepotkan lini belakang Persik. Sayangnya, intensitas tinggi tersebut berujung pada tekel keras di menit-menit akhir yang mengubah arah pertandingan. Kartu merah yang diterima Saddil bukan hanya memengaruhi laga tersebut, tetapi juga membawa konsekuensi lebih besar bagi Persib ke depannya.
Setelah bermain dengan 10 orang, Persib terpaksa menurunkan garis pertahanan. Tekanan Persik Kediri terus meningkat hingga akhirnya gol penyeimbang tercipta di penghujung laga. Hasil imbang 1-1 pun terasa getir karena Persib sejatinya berada di posisi unggul sebelum kehilangan Saddil.
Dampak Kartu Merah Saddil Ramdani terhadap Perburuan Gelar Persib
Hasil imbang di Kediri bukan sekadar kehilangan dua poin. Persib juga gagal memanfaatkan momentum untuk merebut puncak klasemen BRI Super League 2025/2026 dari Borneo FC Samarinda. Dalam persaingan ketat papan atas, satu momen kecil bisa memberi dampak besar pada perjalanan musim.
Absennya Saddil Ramdani di pekan berikutnya menjadi tantangan tersendiri. Persib dijadwalkan menghadapi Persija Jakarta dalam laga bertensi tinggi yang sarat gengsi. Pertandingan klasik ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga harga diri dan mental juara. Kehilangan pemain dengan kecepatan dan kreativitas seperti Saddil jelas menjadi kerugian.
Lebih dari itu, laga melawan Persija sejatinya akan menjadi pengalaman perdana Saddil dalam duel panas tersebut. Kesempatan untuk mencicipi atmosfer big match harus tertunda karena akumulasi kartu. Situasi ini tentu menjadi pelajaran penting bagi Saddil agar mampu mengontrol emosi, terutama di laga-laga krusial yang menentukan arah kompetisi.
Kedalaman Skuad Persib Jadi Modal Hadapi Persija
Meski kehilangan Saddil Ramdani, Persib tidak sepenuhnya berada dalam situasi genting. Salah satu kekuatan utama tim asuhan Bojan Hodak musim ini adalah kedalaman skuad yang cukup merata, khususnya di sektor sayap. Beberapa pemain siap mengisi kekosongan dan menghadirkan warna permainan yang berbeda.
Beckham Putra bisa menjadi opsi utama. Pemain muda ini dikenal memiliki visi bermain yang baik serta kemampuan membaca ruang. Selain itu, ada nama Febri Hariyadi yang sudah berpengalaman di laga-laga besar dan memahami atmosfer duel klasik. Opsi lain seperti Berguinho dan Eliano Reijenders juga memberikan fleksibilitas dalam skema serangan Persib.
Dengan pilihan pemain yang beragam, Bojan Hodak memiliki keleluasaan untuk meracik strategi sesuai kebutuhan tim. Absennya Saddil memang mengurangi daya ledak dari sisi sayap, tetapi bukan berarti Persib kehilangan ancaman. Justru situasi ini bisa menjadi momentum bagi pemain lain untuk membuktikan kapasitasnya di laga besar.
Bagi Saddil Ramdani sendiri, malam di Kediri akan menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak hanya soal gol dan aksi menyerang, tetapi juga kedewasaan dalam mengambil keputusan. Jika mampu mengambil pelajaran, Saddil bisa kembali lebih kuat dan matang untuk membantu Persib dalam perburuan gelar musim ini.






