Drama Panas Torino vs AC Milan: Comeback Gila Rossoneri Makin Dingin Di Puncak!

Lintasbalikpapan.com – Pertandingan antara Torino vs AC Milan pada pekan ke-14 Serie A 2025/2026 berubah menjadi salah satu laga paling menguras emosi musim ini. Bermain di kandang Torino, kedua tim memperlihatkan intensitas luar biasa sejak menit pertama. Milan yang sempat tertinggal dua gol, justru mampu membalikkan keadaan dan pulang dengan tiga poin penting. Momentum ini bukan sekadar kemenangan, tetapi juga gambaran karakter Rossoneri yang semakin matang.

Jalannya Pertandingan Torino vs AC Milan

Di awal laga, Torino menunjukkan agresivitas yang tidak banyak diprediksi. Dengan pressing tinggi, mereka berusaha mematikan tempo permainan Milan dan membuat lini belakang lawan bekerja jauh lebih keras. Salah satu momen krusial muncul ketika bola dianggap mengenai tangan Fikayo Tomori. Meski wasit awalnya melanjutkan permainan, tekanan para pemain Torino membuat VAR turun tangan, dan tuan rumah akhirnya mendapat penalti yang dikonversi Nikola Vlasic.

Belum sempat Milan menata ritme, Duvan Zapata memberikan kejutan kedua dengan aksi individunya yang memaksa Maignan kembali memungut bola dari gawang. Namun, inilah titik balik Rossoneri. Alih-alih terpuruk, mereka mulai bangkit dan menunjukkan kualitas. Adrien Rabiot menjadi pemain pertama yang mengembalikan harapan lewat tendangan jarak jauh spektakuler yang mengubah skor menjadi 2-1. Gol ini menjadi suntikan energi yang mengubah arah permainan.

Kebangkitan Milan di Babak Kedua

Memasuki paruh kedua, Milan tampil jauh lebih percaya diri. Alur bola lebih cepat, kombinasi serangan lebih rapi, dan tekanan ke area kotak penalti Torino menjadi semakin intens. Loftus-Cheek dan Nkunku mendapat beberapa peluang emas, tetapi Franco Israel tampil luar biasa sebagai tembok terakhir Torino.

Meski begitu, derasnya gelombang serangan Milan pada akhirnya membuahkan hasil. Melalui kerja sama matang di lini depan, Christian Pulisic mencetak gol penyeimbang yang membuat permainan kembali hidup. Setelah itu, Milan benar-benar mengambil alih kendali penuh. Serangan mereka semakin berbahaya dan Torino tampak mulai kehilangan fokus. Pulisic kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat sepakan rendah yang menembus pojok gawang, memastikan Milan membalikkan kedudukan menjadi 3-2.

Walau Pulisic sebenarnya sempat membuat hattrick, gol ketiganya di anulir karena offside. Namun, itu tidak mengurangi euforia kemenangan Rossoneri yang datang dengan kerja keras dan determinasi tinggi.

Dampak Kemenangan untuk Klasemen

Tambahan tiga poin ini menempatkan Milan sejajar dengan Napoli di puncak klasemen dengan 31 poin. Konsistensi ini menjadi sinyal kuat bahwa Rossoneri tengah membangun momentum juara. Sementara itu, Torino harus menerima kenyataan tetap berada di zona papan bawah dengan 14 poin, meski performa mereka sebenarnya cukup menjanjikan di laga ini.

Melihat dominasi Milan dalam penguasaan bola hingga 64% dan jumlah tembakan yang mencapai 17 kali, kemenangan ini terasa pantas sekaligus layak di jadikan catatan bahwa Milan mampu bangkit dalam situasi terburuk. Ini bukan hanya soal angka, tetapi cerita tentang mentalitas tim yang semakin solid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *