Home Kriminal Usir Tim Survey Tanah Pakai Senpi, Pria ini Diringkus Polisi

Usir Tim Survey Tanah Pakai Senpi, Pria ini Diringkus Polisi

SHARE
Usir Tim Survey Tanah Pakai Senpi, Pria ini Diringkus Polisi

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN — Seorang pria di Balikpapan berinisial MK (28) diamankan jajaran Jatanras Polresta Balikpapan pada 20 Januari 2023 lalu. Pasalnya pria tersebut melakukan tindakan pengancaman dengan melepaskan tembakan di udara menggunakan senjata api.

Kejadian ini bermula saat tim survei tanah dari Kejaksaan, BPN, dan juga kelurahan melakukan pengukuran di lokasi yang diklaim pelaku adalah areanya, yakni di Jalan Ruhui Rahayu RT 41, Balikpapan Selatan. Tak terima dengan aktivitas pengukuran tersebut, MK pun mengambil senjata api jenis Glock 19 dan melepaskan tembakan ke udara sebanyak dua kali.

“Tim survei sedang melakukan survei tanah yang rencananya untuk aset negara. Pelaku datang, marah-marah dan langsung membubarkan rekan-rekan Kejaksaan, BPN dan Kelurahan dengan menembakkan senpi sebanyak dua kali ke atas,” kata Kasubnit Dua Jatanras Polresta Balikpapan, Ipda Bayu saat konferensi pers di Mapolresta Balikpapan pada Rabu (25/1/2023).

Tak terima dengan apa yang dilakukan pelaku, pihak kejaksaan pun melapor ke Polresta Balikpapan. Kemudian Unit Opsnal Jatanras pun melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku di rumahnya di kawasan Jalan Ruhui Rahayu, Balikpapan Selatan. 

“Kita sita barang bukti berupa senpi jenis glock 19 kaliber 32 atau 7,65 mm. Dan didalam senjata ini masih ada 10 butir peluru aktif dalam magazine,” tuturnya.

Setelah dilakukan pendalaman, pelaku mengaku memiliki surat izin kepemilikan senpi. Namun hal ini masih akan ditelusuri petugas mengenai keabsahan dari surat izin tersebut.

“Tersangka mengaku punya surat izin. Dia memiliki sejak bulan Agustus 2022. Namun kami akan menelusuri keabsahan surat izin termasuk teknik penggunaannya, sebab mengancam orang lain. Fisik suratnya juga belum diperlihatkan, hanya sebatas omongan saja," ungkapnya.

Akibat perbuatannya pelaku terancam Pasal 335 ayat 1 tentang pengancaman. 

Sementara itu MK mengaku geram dengan tim survei tersebut lantaran telah beberapa kali datang. Padahal dirinya sudah memperingatkan dan menjelaskan beberapa kali bahwa lokasi tersebut masuk dalam kawasan yang diklaim miliknya. Tembakan ke udara tersebut menurutnya sebatas peringatan agar membubarkan rombongan tim survei.

“Itu mungkin sudah yang ke 7 atau 8 kali Pak. Jadi saya cuma membubarkan aja tembak ke udara dua kali. Itu termasuk areal kita Pak, kalau bukan areal kita ngapain kita urus Pak. Intinya yang benar bakal muncul yang benar,” pungkasnya.