Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Insiden meninggalnya balita berusia dua tahun berinisial KAR yang hanyut terbawa arus parit di Jalan Mangga 5, RT 54, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, mendorong DPRD Kota Balikpapan meminta pemerintah segera melakukan langkah pencegahan.
Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Timur, Sofyan Jufri, menilai keberadaan drainase berukuran besar dan terbuka di kawasan permukiman harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Menurutnya, saluran drainase yang berada di depan rumah warga dan tidak memiliki penutup berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak.
“Kalau ada drainase yang besar dan berada di lingkungan permukiman atau tepat di depan rumah warga, sebaiknya dipikirkan untuk diberi penutup. Drainase yang menganga seperti itu sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak,” ujar Sofyan, Senin (8/6/2026).
Sofyan mengatakan tragedi yang terjadi di Manggar harus menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah untuk memperkuat aspek keselamatan pada infrastruktur drainase di lingkungan permukiman.
“Kejadian ini harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai ada korban berikutnya. Ini sudah cukup menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih serius memikirkan langkah pencegahan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak perlu dijadikan ajang mencari pihak yang harus disalahkan. Fokus utama saat ini adalah memastikan upaya pencegahan segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kita tidak sedang mencari siapa yang salah. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk memperhatikan hal-hal yang berpotensi membahayakan masyarakat,” tegasnya.
Selain mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi drainase, Sofyan juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak, khususnya ketika bermain di sekitar saluran air.
“Pengawasan dari orang tua juga harus maksimal. Jangan sampai lengah, apalagi jika di sekitar lingkungan terdapat bangunan atau drainase yang berbahaya. Ini menjadi peringatan bagi kita semua,” ujarnya.
Dia menambahkan pemerintah perlu segera mengidentifikasi seluruh titik drainase terbuka maupun saluran air berukuran besar yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
Menurutnya, ancaman tidak hanya mengintai anak-anak, tetapi juga orang dewasa ketika hujan deras maupun banjir melanda.
“Drainase seperti itu bukan hanya berbahaya bagi anak-anak. Orang dewasa pun bisa menjadi korban, terutama saat kondisi banjir. Karena itu perlu dipikirkan langkah pengamanan, salah satunya dengan pemasangan penutup pada titik-titik yang berisiko,” pungkasnya. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)










