Lintasbalikpapan.com – Setelah menikmati masa libur Lebaran 2026, Persija Jakarta akhirnya kembali ke rutinitas latihan. Skuad Macan Kemayoran mulai menggelar sesi latihan intensif di Persija Training Ground, Bojongsari, Depok, pada Senin sore. Momen ini menjadi titik awal penting dalam membangun kembali ritme permainan jelang lanjutan kompetisi Super League 2025/2026.
Suasana latihan terasa hidup sejak menit pertama. Para pemain terlihat antusias, dengan energi yang langsung terpancar melalui gerakan cepat dan komunikasi aktif di lapangan. Libur selama sepekan yang diberikan oleh pelatih Mauricio Souza tampaknya dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain untuk memulihkan kondisi fisik dan mental.
Keputusan memberikan jeda latihan selama Hari Raya Idulfitri 1447 H menjadi langkah strategis. Tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap momen penting, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan kebugaran tim. Kini, fokus utama adalah mengembalikan performa terbaik dan meningkatkan intensitas latihan secara bertahap.
Persija sadar bahwa fase ini krusial. Dengan jadwal pertandingan yang semakin dekat, setiap sesi latihan memiliki peran penting dalam menjaga konsistensi performa tim di papan klasemen.
Tantangan Skuad: Ketidakhadiran Pemain Kunci Persija Jakarta
Meski semangat latihan kembali menyala, Persija Jakarta belum tampil dengan kekuatan penuh. Beberapa pemain kunci masih harus absen karena berbagai alasan, mulai dari cedera hingga panggilan tugas negara.
Absennya Alaaeddine Ajaraie menjadi salah satu perhatian utama. Striker andalan tersebut masih dalam tahap pemulihan cedera hamstring, sehingga belum dapat bergabung dalam latihan tim. Kehilangannya tentu berdampak pada lini depan yang membutuhkan daya gedor maksimal.
Situasi serupa juga dialami oleh Hanif Sjahbandi. Gelandang pekerja keras itu masih menjalani pemulihan pascaoperasi lutut dan dipastikan absen hingga akhir musim. Kondisi ini memaksa tim pelatih untuk memutar otak dalam menjaga keseimbangan lini tengah.
Selain itu, empat pemain Persija lainnya tengah memenuhi panggilan Timnas Indonesia untuk ajang FIFA Series 2026. Mereka adalah Rizky Ridho, Jordi Amat, Dony Tri Pamungkas, dan Mauro Zijlstra. Ketidakhadiran mereka membuat komposisi tim belum ideal, terutama dalam membangun chemistry antar lini.
Namun, situasi ini juga membuka peluang bagi pemain lain untuk menunjukkan kualitasnya. Rotasi skuad menjadi kunci penting agar Persija tetap kompetitif meski tidak dalam kondisi full team.
Fokus ke Laga Krusial Melawan Bhayangkara FC
Di tengah keterbatasan yang ada, Persija Jakarta tetap mengarahkan fokus penuh pada laga terdekat melawan Bhayangkara FC yang akan di gelar di Bandar Lampung pada 5 April 2026. Pertandingan ini di prediksi menjadi ujian penting dalam menentukan arah perjalanan tim di sisa musim.
Pelatih Mauricio Souza menegaskan pentingnya menjaga fokus dan mentalitas bertanding. Ia berharap para pemain dapat kembali dalam kondisi terbaik, baik secara fisik maupun psikologis, setelah masa libur.
Menariknya, Souza juga memberikan perhatian khusus kepada para pemain yang dipanggil ke Timnas Indonesia. Ia menilai kesempatan tersebut sebagai pencapaian besar bagi setiap pemain sepak bola profesional. Harapannya, mereka mampu memberikan performa terbaik sekaligus membawa dampak positif saat kembali ke klub.
Pendekatan yang di lakukan Souza menunjukkan bahwa Persija tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga perkembangan pemain secara keseluruhan. Kombinasi antara disiplin latihan, rotasi pemain, dan motivasi tinggi menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan ke depan.
Dengan semangat yang kembali menyala dan target yang semakin jelas, Persija Jakarta bertekad tampil maksimal dalam setiap pertandingan. Laga melawan Bhayangkara FC pun menjadi panggung pembuktian apakah Macan Kemayoran mampu menjaga konsistensi dan bersaing di papan atas hingga akhir musim.






