Gagal di Asia, Persib Bandung dan Dewa United Justru Kantongi Miliaran Rupiah!

Lintasbalikpapan.com – Bermain di kompetisi Asia menjadi mimpi besar bagi setiap klub sepak bola profesional di Indonesia Termasuk Persib Bandung dan Dewa United. Tidak hanya soal gengsi, tampil di level ini juga membuka pintu menuju pengakuan internasional yang lebih luas. Saat sebuah klub mampu bersaing di turnamen Asia, otomatis citra klub tersebut ikut terangkat di mata publik global.

Selain itu, sistem peringkat liga yang diterapkan oleh AFC memberikan dampak langsung terhadap jumlah wakil dari setiap negara. Semakin tinggi posisi liga domestik, semakin besar peluang untuk mengirim lebih banyak klub ke kompetisi Asia. Sayangnya, posisi Liga Indonesia saat ini masih berada di peringkat ke-18 kawasan Asia.

Mulai musim 2024/2025, AFC melakukan restrukturisasi kompetisi antarklub menjadi tiga level utama. Level tertinggi adalah AFC Champions League Elite (ACLE), disusul AFC Champions League Two (ACL2), dan AFC Challenge League (ACGL) sebagai kasta ketiga. Dengan posisi liga saat ini, Indonesia hanya mendapatkan dua slot perwakilan.

Pada musim ini, Persib tampil di ACL2 sebagai juara bertahan liga domestik, sementara Dewa United berkompetisi di ACGL. Meski hanya memiliki dua wakil, kesempatan ini tetap menjadi ajang pembuktian kualitas klub Indonesia di level Asia.

Perjuangan Berat di Babak Playoff dan Perempatfinal

Perjalanan klub Indonesia di kompetisi Asia tidaklah mudah. Sebelum masuk ke fase utama, mereka harus melewati babak playoff yang cukup menantang. Persib dan Dewa United berhasil melewati fase tersebut, namun tantangan sebenarnya baru dimulai di fase gugur.

Persib harus menghadapi wakil Thailand yang tampil solid dan disiplin. Dalam dua leg pertandingan, tim asal Bandung tersebut harus mengakui keunggulan lawan dengan agregat 1-3. Kekalahan ini menjadi bukti bahwa persaingan di Asia membutuhkan konsistensi dan kedalaman skuad yang kuat.

Sementara itu, Dewa United juga mengalami nasib serupa. Menghadapi klub dari Filipina, mereka harus tersingkir dengan agregat tipis 2-3. Meski memberikan perlawanan sengit, hasil tersebut belum cukup untuk membawa mereka melangkah lebih jauh.

Namun, satu hal yang patut diapresiasi adalah kemampuan kedua tim untuk mencapai babak perempatfinal. Ini menunjukkan bahwa klub Indonesia mulai mampu bersaing, meski masih perlu banyak pembenahan untuk mencapai level tertinggi.

Cuan Miliaran: Keuntungan Finansial Persib Bandung dan Dewa dari Kompetisi Asia

Di balik kegagalan melangkah ke semifinal, ada sisi positif yang tidak bisa diabaikan, yaitu keuntungan finansial. Tampil di kompetisi Asia memberikan pemasukan yang signifikan bagi klub, bahkan mencapai miliaran rupiah.

Persib menjadi klub dengan pendapatan terbesar dari ajang ini. Total pemasukan yang mereka raih mencapai Rp14,93 miliar. Angka tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari bonus performa, fee partisipasi, hingga hadiah berdasarkan pencapaian.

Di sisi lain, Dewa United juga tidak kalah menarik. Klub ini berhasil mengumpulkan sekitar Rp6,82 miliar. Meski lebih kecil di bandingkan Persib, jumlah tersebut tetap menjadi suntikan dana yang penting bagi perkembangan tim.

Namun perlu di ingat, angka tersebut masih merupakan pendapatan kotor. Klub tetap harus mengeluarkan biaya operasional yang tidak sedikit, seperti perjalanan ke luar negeri, akomodasi, hingga penyelenggaraan pertandingan kandang.

Meski demikian, keuntungan ini tetap memberikan dampak besar. Tambahan dana tersebut bisa di manfaatkan untuk memperkuat skuad, meningkatkan fasilitas, hingga membangun fondasi klub yang lebih profesional.

Pada akhirnya, keikutsertaan di kompetisi Asia bukan hanya soal menang atau kalah. Lebih dari itu, ini adalah investasi jangka panjang bagi klub Indonesia untuk berkembang, baik dari sisi kualitas permainan maupun kekuatan finansial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *