Lintasbalikpapan.com – Kekalahan mengejutkan dialami Real Madrid saat bertandang ke markas Osasuna dalam lanjutan LaLiga. Bermain di Stadion El Sadar, Los Blancos harus menyerah 1-2 setelah kebobolan di menit ke-90. Tuan rumah membuka keunggulan lewat penalti Ante Budimir, yang sukses mengecoh Thibaut Courtois. Madrid baru mampu membalas di babak kedua melalui penyelesaian klinis Vinicius Junior.
Namun, drama terjadi di penghujung laga ketika pemain pengganti Raul Garcia mencetak gol kemenangan. Kekalahan ini tak hanya menyakitkan secara hasil, tetapi juga berpotensi memanaskan perebutan gelar karena Madrid kini bisa disalip Barcelona, yang akan menghadapi Levante.
Jalannya Laga: Osasuna Lebih Tajam, Real Madrid Kurang Efisien
Sejak awal pertandingan, tuan rumah tampil berani. Budimir langsung memberi ancaman lewat tembakan melengkung yang tipis melebar. Tak lama kemudian, tandukannya bahkan sempat membentur tiang. Madrid merespons lewat peluang dari David Alaba dan sepakan jarak jauh Kylian Mbappe yang ditepis Sergio Herrera. Serangan balik cepat juga sempat membuat lini belakang Madrid panik, terutama ketika umpan silang Ruben Garcia nyaris berujung gol bunuh diri oleh Alvaro Carreras.
Gol penalti akhirnya menjadi pembeda di babak pertama. Memasuki babak kedua, Madrid meningkatkan tekanan. Arda Guler hampir mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti, namun bola melambung tipis. Gol penyama akhirnya lahir pada menit ke-73. Umpan matang Federico Valverde diselesaikan dengan sentuhan akurat oleh Vinicius.
Madrid sempat memiliki peluang emas lainnya, termasuk dari situasi bola mati Trent Alexander-Arnold, tetapi eksekusinya belum menemui sasaran. Saat laga tampak akan berakhir imbang, Garcia muncul sebagai pembeda lewat aksi individu yang memukau sebelum melepaskan tembakan ke sudut gawang.
Dampak ke Klasemen dan Alarm bagi Madrid
Walau kalah, Madrid masih berada di puncak klasemen sementara dengan 60 poin dari 25 laga. Namun posisi mereka kini jauh dari kata aman. Jika rival langsung meraih kemenangan, selisih poin bisa langsung menipis atau bahkan berbalik.
Bagi Osasuna, kemenangan ini sangat penting. Tambahan tiga poin mengangkat mereka ke papan tengah dan menjaga peluang untuk finis di zona kompetisi Eropa tetap hidup. Dari sisi performa, laga ini memberi sinyal jelas bagi Madrid: dominasi penguasaan bola tidak cukup tanpa efektivitas di depan gawang. Lini serang memang menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir masih belum maksimal.
Selain itu, konsentrasi di menit akhir kembali menjadi masalah klasik. Kebobolan di detik-detik terakhir menunjukkan bahwa fokus bertahan hingga peluit akhir masih perlu di perbaiki jika ingin mempertahankan gelar. Jika tidak segera berbenah, kekalahan seperti ini bisa menjadi titik balik musim. Apalagi jadwal pertandingan ke depan semakin padat dan tekanan persaingan semakin tinggi.






