Lintasbalikpapan.com – Kemenangan telak 4-1 yang diraih Arsenal atas Tottenham Hotspur pada lanjutan Premier League bukan sekadar hasil pertandingan biasa. Derby London selalu sarat gengsi, tetapi laga di Tottenham Hotspur Stadium ini menunjukkan perbedaan level performa kedua tim saat ini.
Sejak menit awal, tim tamu langsung menguasai ritme permainan. Intensitas pressing tinggi membuat lini tengah Spurs kesulitan membangun serangan. Peluang demi peluang tercipta, termasuk dari Viktor Gyokeres dan William Saliba, meski belum langsung berbuah gol.
Kebuntuan akhirnya pecah lewat aksi Eberechi Eze yang memanfaatkan umpan tarik Bukayo Saka. Namun Spurs tak tinggal diam. Kesalahan Declan Rice dimaksimalkan Randal Kolo Muani, membuat skor kembali seimbang sebelum jeda. Babak pertama berakhir 1-1, tetapi permainan menunjukkan satu hal jelas: Arsenal lebih siap secara struktur dan mental.
Babak Kedua Jadi Panggung Arsenal: Strategi Arteta Berjalan Sempurna
Memasuki babak kedua, perubahan tempo langsung terasa. Pendekatan taktik Mikel Arteta terlihat efektif: Arsenal meningkatkan kecepatan transisi dan memperlebar serangan. Hasilnya langsung muncul. Gyokeres mencetak gol cepat setelah menerima assist dari Jurrien Timber, membuat pertahanan Spurs semakin tertekan. Gol tersebut bukan hanya mengubah skor, tetapi juga memukul kepercayaan diri tuan rumah.
Tak lama kemudian, Eze kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kombinasi pergerakan tanpa bola dan kontrol lini tengah membuat Arsenal mampu mengendalikan permainan sepenuhnya. Spurs sebenarnya mencoba bangkit, namun performa kiper Guglielmo Vicario yang terus mendapat tekanan menunjukkan betapa dominannya lini serang Arsenal. Minimnya kreativitas tuan rumah membuat peluang balasan hampir tak ada.
Di masa injury time, Gyokeres menutup pesta gol dan memastikan kemenangan besar Arsenal. Skor akhir 4-1 terasa pantas melihat jalannya pertandingan.
Dampak ke Klasemen: Kirim Sinyal Serius ke Manchester City
Kemenangan ini sangat penting dalam perebutan gelar. Arsenal kini menjaga jarak dari Manchester City di puncak klasemen. Dengan keunggulan poin yang tetap terjaga, The Gunners menunjukkan konsistensi yang menjadi ciri tim calon juara.
Lebih dari sekadar tiga poin, kemenangan ini memperlihatkan kedewasaan permainan Arsenal. Mereka tidak hanya mengandalkan satu bintang, tetapi menunjukkan sistem kolektif yang matang — mulai dari build-up, pressing, hingga penyelesaian akhir. Di sisi lain, Spurs justru harus menghadapi kenyataan pahit. Posisi mereka di papan bawah menandakan perlunya evaluasi besar, baik dari segi organisasi permainan maupun mental bertanding.
Jika Arsenal mampu mempertahankan performa seperti ini hingga akhir musim, peluang mereka mengangkat trofi liga sangat terbuka. Derby London kali ini bisa jadi dikenang sebagai salah satu momen penting dalam perjalanan mereka menuju gelar.






