Kalah Agregat, Persib Bandung Gagal Lolos ke 8 Besar Meski Sukses Tumbangkan Ratchaburi!

Lintasbalikpapan.com – Kemenangan penting diraih Persib Bandung saat menjamu Ratchaburi FC dalam lanjutan AFC Champions League 2. Bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Maung Bandung menang tipis 1-0 di leg kedua babak 16 besar.

Sejak peluit awal, Persib langsung mengambil inisiatif serangan. Tim tuan rumah tampil lebih berani dan agresif, menunjukkan tekad kuat untuk mengejar ketertinggalan agregat dari leg pertama. Atmosfer stadion yang penuh dukungan suporter membuat tempo permainan Persib terlihat lebih hidup dibanding laga sebelumnya.

Dominasi Persib Bandung di Babak Pertama Berbuah Gol Krusial

Persib sebenarnya sempat mencetak gol cepat melalui sundulan Berguinho di awal pertandingan. Namun, kegembiraan itu harus tertahan karena wasit menganulir gol akibat posisi offside.

Tekanan terus dilakukan. Peluang demi peluang lahir dari kombinasi serangan sayap dan tembakan jarak jauh. Usaha keras Persib akhirnya membuahkan hasil menjelang turun minum. Sebuah bola liar di dalam kotak penalti berhasil dimaksimalkan menjadi gol.

Awalnya, gol tersebut sempat di perdebatkan karena di anggap terjadi pelanggaran. Namun setelah peninjauan VAR, wasit memutuskan gol sah. Keputusan ini menjadi momentum penting bagi Persib yang sejak awal tampil lebih dominan.

Sayangnya, situasi berubah setelah kartu merah yang di terima pemain Persib di penghujung babak pertama. Keunggulan jumlah pemain membuat laga babak kedua di prediksi akan lebih berat bagi tuan rumah.

Masuk ke babak kedua, Persib tidak memilih bertahan total meski kekurangan pemain. Justru tim tetap menjaga intensitas serangan. Perubahan taktik dilakukan dengan memasukkan beberapa pemain baru untuk menjaga keseimbangan tim.

Beberapa peluang tercipta melalui bola mati dan serangan balik cepat. Sundulan dari situasi sepak sudut hingga tembakan dari luar kotak penalti sempat mengancam gawang lawan, meski belum menghasilkan gol tambahan.

Di sisi lain, Ratchaburi terlihat lebih sabar. Mereka mulai menurunkan tempo dan memainkan bola di area sendiri, mencoba mengontrol permainan sambil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.

Pergantian Pemain dan Strategi Dua Striker

Memasuki pertengahan babak kedua, Persib mengubah pendekatan dengan memasang dua penyerang tengah sekaligus. Strategi ini bertujuan meningkatkan tekanan di lini belakang lawan dan membuka peluang dari crossing maupun bola rebound.

Langkah tersebut membuat Persib kembali menemukan momentum. Beberapa peluang emas tercipta, termasuk sepakan keras dari sisi kiri serta percobaan jarak jauh yang nyaris berbuah gol. Namun, efektivitas penyelesaian akhir menjadi kendala. Meski lebih berani menyerang, Persib belum mampu menggandakan keunggulan.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Persib. Secara pertandingan, hasil ini menunjukkan kerja keras dan semangat juang tinggi, terutama karena tim bermain dengan sepuluh orang hampir sepanjang babak kedua.

Namun kemenangan tersebut terasa pahit. Kekalahan telak di leg pertama membuat Persib tetap harus tersingkir karena kalah agregat. Hasil ini menjadi pelajaran penting bagi tim untuk tampil lebih konsisten di kompetisi level Asia, terutama dalam laga tandang. Meski gagal melaju, performa di leg kedua menunjukkan bahwa Persib masih memiliki potensi bersaing di level internasional jika mampu memperbaiki efektivitas serangan dan menjaga di siplin permainan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *