Lintasbalikpapan.com – Kemenangan Al-Nassr atas Al-Riyadh pada pekan ke-20 Saudi Pro League 2025/2026 menjadi bukti penting bahwa klub asal Najd tersebut tidak lagi bergantung pada satu nama besar. Meski Cristiano Ronaldo absen, Al-Nassr tetap tampil solid dan mampu mengamankan tiga poin krusial lewat kemenangan tipis 1-0 di laga tandang.
Dalam dunia sepak bola modern, ketergantungan pada satu bintang sering menjadi bumerang. Namun, Al-Nassr menunjukkan kedewasaan taktik dan mentalitas tim yang semakin berkembang di bawah arahan Jorge Jesus. Absennya Ronaldo justru membuka ruang bagi pemain lain untuk mengambil peran sentral, terutama di lini serang.
Kemenangan ini terasa semakin bernilai karena diraih di kandang lawan dengan tekanan tinggi di menit-menit akhir. Al-Nassr bukan hanya bermain efektif, tetapi juga disiplin dalam bertahan, sebuah kombinasi yang sangat dibutuhkan dalam perburuan gelar.
Joao Felix dan Sadio Mane, Duet Penentu Irama Permainan
Salah satu sorotan utama dalam laga ini adalah peran Joao Felix yang tampil sebagai kreator serangan. Pemain asal Portugal tersebut menjadi penghubung antarlini, aktif membuka ruang, dan berani mengambil keputusan progresif. Umpan terobosan akuratnya kepada Sadio Mane di menit ke-40 menjadi bukti kualitas visi bermainnya.
Sadio Mane sendiri tampil sebagai eksekutor yang tenang dan efisien. Gol tunggal Al-Nassr lahir dari penyelesaian klinis, tanpa gerakan berlebihan. Ini mencerminkan pengalaman dan kedewasaan Mane sebagai pemain yang terbiasa tampil di laga besar.
Selain kontribusi gol, Mane juga berperan penting dalam membantu pertahanan lewat pressing dari lini depan. Kolaborasi Felix dan Mane memberikan keseimbangan antara kreativitas dan efektivitas, membuat Al-Nassr tetap berbahaya meski tidak tampil dominan secara statistik.
Tiga Poin Penting Al-Nassr dalam Persaingan Ketat Papan Atas
Kemenangan ini membawa Al-Nassr terus menempel ketat Al Hilal di papan atas klasemen. Dengan koleksi 46 poin dari 19 pertandingan, peluang untuk terus bersaing dalam perebutan gelar tetap terbuka lebar. Setiap kemenangan, sekecil apa pun marginnya, menjadi sangat berarti di fase krusial kompetisi.
Laga ini juga menunjukkan ketangguhan mental Al-Nassr dalam situasi sulit. Tekanan dari Al-Riyadh di akhir pertandingan, keputusan VAR yang menegangkan, hingga permainan keras lawan tidak menggoyahkan fokus tim tamu. Kartu merah yang diterima pemain Al-Riyadh di menit akhir semakin menegaskan intensitas pertandingan.
Secara keseluruhan, Al-Nassr memperlihatkan karakter tim juara: mampu menang saat tidak tampil spektakuler. Konsistensi seperti inilah yang sering menjadi pembeda di akhir musim, terutama dalam liga yang kompetitif seperti Saudi Pro League.






