Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pengendalian inflasi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif sepanjang tahun 2026.
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan bahwa berbagai program strategis telah disiapkan untuk wilayah kerja KPwBI Balikpapan yang meliputi Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser.
“Sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis menjadi kunci utama agar program pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi daerah dapat berjalan efektif serta memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat,” ujar Robi.
Dalam upaya pengendalian inflasi daerah, BI Balikpapan akan terus memperkuat kerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Fokus penguatan diarahkan pada implementasi program konkret di lapangan, antara lain melalui peningkatan frekuensi Gerakan Pangan Murah (GPM), Pasar Murah, hingga Operasi Pasar, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Kami juga mendukung stabilisasi harga melalui fasilitasi distribusi pangan kepada produsen dan distributor terpilih, serta penguatan kebijakan pengendalian inflasi yang sejalan dengan roadmap TPID 2025–2027,” jelasnya.
Selain itu, BI Balikpapan turut mendorong peningkatan produksi dan ketersediaan stok pangan melalui penyediaan sarana dan prasarana produksi yang disinergikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, kelompok tani, perikanan, dan peternakan. Perluasan kerja sama antar daerah (KAD) dengan wilayah sentra produksi juga terus difasilitasi guna menjaga kepastian pasokan dan stabilitas harga pangan.
Di sisi lain, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, BI Balikpapan menaruh perhatian besar pada penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM. Program ini diwujudkan melalui pelaksanaan workshop, pendampingan teknis, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses pasar, termasuk pasar ekspor.
“Kami mendorong UMKM agar lebih siap bersaing, baik dari sisi kualitas produk, pengelolaan keuangan, hingga akses pembiayaan. Salah satunya melalui pemanfaatan aplikasi SIAPIK dan sinergi dengan OJK serta perbankan,” kata Robi.
Sejumlah workshop telah direncanakan pada 2026, mencakup UMKM sektor makan-minum olahan, wastra, produk kreatif, hingga pertanian. Workshop penguatan desain, produksi batik, branding, kemasan, serta perluasan pasar digital dan ekspor akan dilakukan secara selektif dengan proses kurasi peserta untuk memastikan dampak yang berkelanjutan.
Pertumbuhan ekonomi inklusif juga diperkuat melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. BI Balikpapan mendorong perluasan ekosistem halal melalui fasilitasi sertifikasi halal, pengembangan wakaf produktif berbasis digital, serta penguatan ekonomi pesantren.
“Pengembangan ekonomi syariah tidak hanya mendorong inklusi keuangan, tetapi juga kemandirian ekonomi masyarakat, termasuk pesantren dan UMKM berbasis syariah,” tambahnya.
Dalam mendukung peningkatan efisiensi transaksi dan optimalisasi pendapatan daerah, BI Balikpapan terus mendorong percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Fokus diarahkan pada elektronifikasi sektor strategis seperti pasar, parkir, dan transportasi.
Upaya ini juga diiringi dengan perluasan edukasi QRIS dan perlindungan konsumen, serta pelaksanaan program SEMARAK QRIS untuk memperkuat ekosistem keuangan digital yang inklusif. Pada 2026, BI Balikpapan menargetkan 83,8 juta transaksi QRIS dengan 305 ribu merchant QRIS di wilayah kerjanya.
Selain itu, BI Balikpapan juga mengoptimalkan penyediaan uang layak edar melalui berbagai program layanan kas, termasuk Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI), layanan kas keliling terpadu, hingga kas keliling susur pantai yang menjangkau wilayah pesisir Balikpapan–PPU–Paser bekerja sama dengan TNI AL.
“Pemenuhan kebutuhan uang rupiah dan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap mata uang nasional,” tegas Robi.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, BI Balikpapan juga akan menyelenggarakan tiga agenda besar pada 2026, yakni Pekan Ekonomi dan Keuangan Syariah Nasional (PESAN 2026), MAHLIGAI NUSANTARA 2026, serta Festival Nontunai Nusantara (FENTURA) Series 2026 yang berfokus pada penguatan UMKM dan akselerasi ekosistem keuangan digital di daerah. (*)






