Lintasbalikpapan.com – Persib Bandung kembali membuktikan statusnya sebagai kandidat kuat juara BRI Liga 1 2025/2026. Kemenangan tipis 1-0 atas PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) bukan sekadar soal tiga poin, melainkan cerminan mental juara yang terus terasah. Bermain di hadapan ribuan Bobotoh, Maung Bandung menunjukkan kesabaran, disiplin, dan ketenangan dalam menghadapi tekanan pertandingan yang berjalan alot.
PSBS Biak tampil tidak sekadar bertahan. Mereka menyusun blok rendah yang rapat, memaksa Persib memainkan bola dari sisi ke sisi. Situasi ini membuat lini depan Persib sempat terlihat buntu. Namun, justru di sinilah terlihat kedewasaan tim asuhan Bojan Hodak. Alih-alih panik, Persib memilih menjaga tempo, mengontrol penguasaan bola, dan menunggu celah sekecil apa pun.
Pendekatan ini menegaskan bahwa Persib kini bukan hanya mengandalkan permainan atraktif, tetapi juga kecerdasan membaca momentum. Kemenangan dengan skor minimal seperti ini sering kali menjadi pembeda antara tim penantang dan tim juara.
Berguinho dan Efek Instan Pemain Asing di Momen Krusial
Gol Berguinho pada menit ke-88 menjadi bukti bahwa rekrutan asing Persib tidak datang sekadar sebagai pelengkap. Dalam laga yang berjalan ketat, satu keputusan cepat dan naluri mencetak gol menjadi penentu. Berguinho hadir di waktu yang tepat, memanfaatkan kemelut, dan mengeksekusinya tanpa ragu.
Kontribusi ini memberi sinyal positif bagi Persib ke depannya. Bukan hanya soal statistik gol, tetapi dampak psikologis bagi tim dan lawan. Pemain yang mampu menjadi pembeda di menit-menit akhir akan meningkatkan rasa percaya diri skuad secara keseluruhan.
Lebih dari itu, keberhasilan Berguinho memperlihatkan kedalaman tim Persib musim ini. Ketika nama-nama seperti Ciro Alves atau David da Silva mendapat penjagaan ketat, selalu ada opsi lain yang siap mengambil peran. Variasi inilah yang membuat Persib semakin sulit diprediksi oleh lawan-lawannya.
Persib Bandung kembali ke Puncak Klasemen
Kemenangan atas PSBS Biak mengantarkan Persib kembali ke puncak klasemen sementara dengan 41 poin, unggul tipis dari Borneo FC. Persaingan papan atas pun semakin panas, dengan jarak poin yang sangat rapat hingga posisi empat besar. Kondisi ini membuat setiap pertandingan ke depan bernilai krusial.
Catatan sembilan kemenangan kandang beruntun menjadi modal penting, namun tantangan sesungguhnya ada pada laga tandang. Persib dijadwalkan menghadapi Persis Solo di pekan berikutnya, sebuah ujian konsistensi yang tidak mudah. Jika mampu mencuri poin di laga tersebut, posisi Persib akan semakin kokoh secara matematis maupun mental.
Bagi Bobotoh, kemenangan ini menambah optimisme bahwa Persib berada di jalur yang tepat. Bukan hanya kuat di atas kertas, tetapi juga matang dalam mengelola tekanan kompetisi panjang. Liga masih panjang, namun kemenangan tipis seperti ini sering menjadi fondasi kuat menuju gelar juara.






