Persija Jakarta Dihantam Krisis Pemain Jelang Lawan Madura United, Lima Andalan Absen!

Lintasbalikpapan.comPersija Jakarta akan menghadapi ujian berat saat menjamu Madura United pada pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026. Laga yang di gelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (23/1/2026) malam WIB, bukan sekadar pertarungan tiga poin, tetapi juga ajang pembuktian kekuatan mental dan kedalaman skuad Macan Kemayoran.

Absennya sejumlah pemain inti membuat laga ini terasa semakin menantang. Namun di sisi lain, kondisi ini juga bisa menjadi momentum bagi pemain pelapis untuk menunjukkan kualitas mereka di hadapan publik Jakarta. Bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh Jakmania, Persija tetap memiliki modal besar untuk mengamankan kemenangan.

Krisis Lini Tengah Persija Jakarta: Cedera Hanif dan Souza Jadi Ujian Taktik Pelatih

Masalah utama Persija jelang laga ini terletak di sektor tengah. Hanif Sjahbandi dipastikan menepi cukup lama setelah di diagnosis mengalami cedera tulang rawan lutut yang mengharuskannya menjalani operasi. Absennya Hanif selama enam bulan jelas menjadi pukulan telak, mengingat perannya sebagai penghubung antarlini sekaligus penjaga keseimbangan permainan.

Tak hanya itu, Van Basty Sousa juga harus absen akibat robekan ligamen bahu. Meski tidak memerlukan operasi dan diprediksi pulih dalam 3–4 pekan, kehilangannya tetap berdampak signifikan. Gelandang asal Brasil tersebut dikenal sebagai pemain dengan visi bermain dan ketenangan dalam mengatur tempo.

Kondisi ini memaksa tim pelatih Persija untuk memutar otak. Rotasi pemain dan perubahan skema permainan menjadi opsi yang tak terelakkan. Kemungkinan besar, Persija akan mengandalkan kolektivitas tim di bandingkan permainan individual, dengan pressing ketat dan transisi cepat sebagai solusi menutup celah di lini tengah.

Absensi Bertambah karena Sanksi, Momentum Pemain Pelapis Terbuka Lebar

Tak berhenti pada masalah cedera, Persija juga harus kehilangan tiga pemain akibat sanksi Komdis PSSI, yakni Bruno Tubarao, Fabio Calonego, dan Ryo Matsumura. Bruno Tubarao mendapat hukuman tambahan berupa larangan bermain dua pertandingan dan denda, menyusul pelanggaran serius yang di lakukannya pada laga sebelumnya.

Sementara itu, Fabio Calonego dan Ryo Matsumura masih harus menjalani sisa sanksi dari laga kontra Semen Padang. Total lima pemain absen tentu bukan situasi ideal, namun sepak bola kerap menghadirkan kejutan dari kondisi sulit.

Bagi Persija, laga ini justru bisa menjadi panggung bagi pemain muda dan pelapis untuk naik kelas. Kepercayaan pelatih terhadap pemain non-unggulan bisa membawa warna baru dalam permainan tim. Dengan atmosfer GBK yang selalu bergemuruh, Persija tetap berpeluang tampil agresif dan menekan sejak menit awal.

Menghadapi Madura United yang di kenal solid dan disiplin, Persija di tuntut tampil efektif dan minim kesalahan. Kunci kemenangan terletak pada organisasi permainan, fokus sepanjang laga, serta kemampuan memanfaatkan peluang sekecil apa pun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *