Lintasbalikpapan.com – Perjalanan impresif Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026 akhirnya menemui ujian berat saat bertandang ke markas Malut United. Setelah meraih enam kemenangan beruntun yang membuat kepercayaan diri tim meningkat, Maung Bandung justru harus pulang dengan tangan hampa usai kalah 0-2 di Stadion Kie Raha. Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan karena datang di saat momentum sedang berpihak pada Persib untuk merangsek ke papan atas klasemen.
Absennya Bojan Hodak di pinggir lapangan jelas terasa. Pelatih asal Kroasia itu harus menepi akibat akumulasi kartu, dan perannya digantikan oleh Igor Tolic. Meski skema permainan tidak berubah drastis, aura kepemimpinan Hodak yang biasanya memberi ketenangan tampak hilang. Persib terlihat kurang sabar membangun serangan dan beberapa kali salah mengambil keputusan, terutama di lini tengah yang biasanya menjadi kekuatan utama mereka.
Efektivitas Malut United Jadi Pembeda Utama
Berbeda dengan Persib yang kesulitan menemukan ritme, Malut United tampil disiplin dan tahu kapan harus menekan. Mereka tidak mendominasi penguasaan bola, namun sangat efektif memanfaatkan setiap peluang. Dua gol yang tercipta di penghujung babak pertama menjadi bukti betapa tajamnya tuan rumah membaca celah pertahanan Persib.
Gol pembuka dicetak Igor Inocencio pada menit ke-40, disusul gol kedua dari Ciro Alves di masa injury time babak pertama. Gol Ciro punya cerita tersendiri karena pemain tersebut pernah menjadi bagian penting Persib selama empat musim. Situasi ini seolah menambah beban psikologis bagi tim tamu yang sedang berusaha bangkit.
Di tengah tekanan, Teja Paku Alam layak mendapat apresiasi. Penjaga gawang Maung Bandung itu beberapa kali melakukan penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan eksekusi penalti David da Silva. Tanpa performa solid Teja, skor bisa saja lebih besar dan membuat situasi Persib semakin sulit.
Dampak Kekalahan dan Momentum Kebangkitan Persib
Hasil ini membuat Persib gagal memanfaatkan peluang naik ke posisi kedua klasemen. Mereka kini tertahan di peringkat ketiga dengan 28 poin, sementara Malut United menempel ketat di posisi keempat. Lebih dari sekadar angka, kekalahan ini menjadi alarm bahwa konsistensi Persib masih perlu diuji, terutama saat bermain tandang dalam jadwal yang padat.
Namun, kekalahan ini juga bisa menjadi momen refleksi. Maung Bandung punya waktu untuk berbenah sebelum menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Bermain di hadapan bobotoh, laga tersebut menjadi kesempatan emas untuk mengembalikan kepercayaan diri dan membuktikan bahwa hasil di Ternate hanyalah batu sandungan kecil.
Jika mampu belajar dari kesalahan dan kembali ke gaya bermain terbaiknya, Persib masih sangat berpeluang bersaing di papan atas. Musim masih panjang, dan satu kekalahan tidak akan menghapus status Maung Bandung sebagai salah satu kandidat kuat juara musim ini.






