Kebakaran Kilang Minyak Balikpapan, AJI Desak Pertamina Transparan

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Peristiwa kebakaran kilang minyak Balikpapan pada Sabtu (25/5/2024) menjadi sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Balikpapan yang mendesak PT Pertamina lebih terbuka dalam menyampaikan hasil investigasi ke media. Sebab keterbukaan informasi sangat penting bagi media yang berperan sebagai jembatan informasi kepada masyarakat.

Ketua AJI Balikpapan, Tedy Rumengan menegaskan bahwa perusahaan BUMN tersebut seharusnya bisa lebih terbuka dan transparan terkait hasil investigasi. Sebab berkaca dari beberapa kasus sebelumnya, informasi yang disampaikan terkesan lambat dan sepotong-sepotong terhadap publik.

“Tidak hanya informasi yang terbatas, karena perlu diingat, media ini adalah jembatan untuk menyampaikan informasi ke masyarakat,” kata Ketua AJI Balikpapan Tedy Rumengan, Selasa (28/5/2024).

Keterbukaan tersebut sangat diperlukan guna mencegah terjadinya kasus serupa terulang kembali di masa depan dan sebagai dasar bagi jurnalis untuk melakukan peliputan lebih dalam atau khusus.

“Jadi media juga tidak menyampaikan informasi sepotong-sepotong. Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa ini terjadi berulang-ulang? Investigasi yang dilakukan Pertamina bisa menjadi dasar jurnalis dalam melakukan investigasi mendalam,” jelasnya.

Tedy mengingatkan tentang pentingnya keterbukaan informasi publik yang telah diatur dalam UU Nomor 14 Tahun 2008. Mereka menilai bahwa Komisi Informasi Publik (KIP) dapat berperan dalam mendorong Pertamina untuk lebih transparan.

“Keterbukaan informasi publik berkaitan dengan UU Nomor 14 Tahun 2008. Komisi Informasi Publik bisa berperan dalam mendorong transparansi. Jangan sampai informasi yang disampaikan Pertamina hanya sepotong-sepotong, sehingga yang akhirnya diinput media dan disampaikan ke publik juga terbatas,” terangnya.

Selain itu, AJI Balikpapan turut mendorong jurnalis di Kalimantan Timur untuk melakukan investigasi mendalam terkait kasus-kasus yang berdampak pada masyarakat Balikpapan. Salah satunya kasus kebakaran kilang minyak Balikpapan yang berulang kali terjadi. Transparansi dari Pertamina dianggap sangat krusial, mengingat ini menyangkut keselamatan publik terutama masyarakat Kota Balikpapan.

“Pertamina harus terbuka dan transparan kepada jurnalis karena ini yang dibutuhkan untuk menyampaikan informasi ke publik secara utuh,” imbuhnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Kilang Pertamina Internasional Unit Balikpapan, Dodi Yapsenang enggan memberikan keterangan lebih jauh terkait faktor penyebab terjadinya kebakaran hebat di kilang minyak tersebut.

“Masih ada proses investigasi,” singkatnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *