Kepedulian pada Sektor Maritim Indonesia, Aruna dari Sudut Pandang Local Heroes

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Aruna memiliki Local Heroes sebutan bagi karyawan yang bekerja di wilayah operasional Aruna di seluruh pelosok Indonesia. Aruna percaya bahwa penetrasi teknologi bagi nelayan perikanan tangkap akan berhasil jika community development dibina secara berkesinambungan sebagai langkah awal.

Para penerima manfaat harus terlebih dahulu diberi konteks dan pemahaman agar benefit dari teknologi menjadi tepat dan berguna. Maka hal inilah yang dilakukan Sastra Ardi, seorang Local Heroes, yang kini telah menjadikannya seorang Manager Area di Kalimantan Timur.

“Dulu, saat pertama bergabung dengan Aruna, saya menjadi Local Heroes di Aruna Hub yang berlokasi di Bangkalan, Jawa Timur. Bagi yang tidak tahu, Bangkalan itu berada di sisi baratnya Madura. Istilahnya, saya dulu sering melakukan journey to the east,” terang Ardi, Selasa (31/10/2023).

Ardi mengaku, bahwa kolaborasi tetap menjadi kunci yang paling utama untuk
membangun Aruna Hub sejak awal berdirinya.

“Kita ini, kan, pemain baru. Alih-alih ngajarin, baiknya duduk bersama. Kita minta insight mereka, kita tukar pikiran. Ini namanya kolaborasi,” terangnya.

Besar di lingkungan pesisir, Ardi mengerti bahwa sektor perikanan dan kelautan di Indonesia merupakan sektor yang berpotensi besar, tetapi belum sepenuhnya optimal. Sehingga apa yang didapat hari ini, akan habis buat keperluan hari ini juga.

Namun, lanjut Ardi semenjak Aruna hadir di Kalimantan Timur sendiri, cumi, rajungan, dan lobster merupakan mayoritas komoditas tangkapan nelayan setempat.

“Perlahan-lahan, saya melihat ada perbaikan dari sisi pendapatan. Senang rasanya ketika tahu bahwa pendapatan mereka naik. Berdasar data terakhir yang Aruna rekam, kenaikan pendapatan bisa mencapai 3 hingga 12 kali lipat,” tuturnya.

Menempuh pendidikan di bidang Ilmu Kelautan, dunia maritim sudah menjadi kecintaan Ardi. Aruna telah membantu dirinya untuk mewujudkan kesenangannya di bidang tersebut.

“Mungkin itu mengapa saya masih bertahan sejauh ini di industri ini, karena selain rasa tanggung jawab atas keberlangsungan hidup saya sendiri. Hal ini juga mewujudkan kesenangan saya,” celotehnya sambil tertawa.

Terkait teknologi yang Aruna tawarkan, Ardi mengatakan, bahwa aplikasi internal, untuk pencatatan transaksi. Dari situ, kita bisa mengetahui profil nelayan A, misalnya, berapa transaksinya, komoditas hasil tangkapnya apa saja, kapalnya apa. Ini kemudian merujuk ke aplikasi yang memuat achievement mereka untuk program award buat nelayan.

Selain itu, lanjut dia, ada pula teknologi GPS yang dipasang pada kapal nelayan. Berbeda dengan fish finder. GPS ini lebih ke wilayah mana nelayan bisa melaut, dan lebih ke alasan keberlanjutan, bukan untuk menambah kuantitas tangkapan.

Buat Ardi, solusi tak harus langsung canggih dan memukau. One step at a time, apalagi yang Aruna urus, kan, perikanan tangkap, ya. Jauh lebih kompleks.

“Pelan-pelan, tapi terus ditekuni. Itu jauh lebih penting buat sektor maritim Indonesia saat ini,” pungkas Ardi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *