Home Kota Usai Mediasi, Tembok Yang Mengisolir 7 KK Akhirnya Dirobohkan

Usai Mediasi, Tembok Yang Mengisolir 7 KK Akhirnya Dirobohkan

SHARE
Usai Mediasi, Tembok Yang Mengisolir 7 KK Akhirnya Dirobohkan

Keterangan Gambar : Tembok di RT 51 Batu Ampar yang mengisolir 7 KK akhirnya dirobohkan

LINTASBALIKPAPAN - Polemik lahan di RT 51 Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara akhirnya menemui titik terang. Usai mediasi yang di fasilitasi oleh Pemerintah, tembok yang menutup akses 7 Kepala Keluarga itu pun akhirnya dibongkar pada Rabu sore (8/9). 


Dari hasil mediasi, kedua belah pihak yakni Rusdi selaku pemilik lahan yang akan menjual lahannya itu sepakat dengan opsi yang diberikan saat mediasi. Pun demikian dengan pihak warga yang legowo menerima hasil mediasi. 


Adapun hasil mediasi tersebut terdapat empat opsi. Yakni meminjam lahan warga untuk membuat akses pengganti, kedua lahannya ditukar dengan lahan Rusdi. 


"Ketiga lahannya ikut dijual dengan pembeli, dan yang keempat ya nanti di ranah hukum," ujar Lurah Batu Ampar, Mardanus. 


Warga yang aksesnya ditembok pun meminta waktu sebulan untuk berembuk dengan keluarganya. Dan dalam pertemuan tersebut ada kesepakatan untuk membuka jalan yang ditembok selebar satu meter. 


"Setelah tadi mediasi, tembok ini dibongkar dan diberi jalan selebar satu meter agar ada akses warga. Ini diberi waktu sebulan, kalau misalnya lewat ya silahkan penyelesaian masalahnya ditempuh jalur hukum atau pidana," ungkapnya. 


Rusdi, pemilik lahan yang menutup jalan mengatakan pihaknya juga berbicara dari sisi kemanusiaan. Karena diberi waktu 1 bulan dari hasil mediasi agar warga bisa berembuk dan memikirkan opsi yang ditawarkan. 


"Inilah kesepakatan bersama satu bulan kita berikan setelah itu tidak ada mediasi dan negosiasi lagi. Keputusannya apa ya nanti tinggal dari warga lagi," ujarnya. 


Ia berharap permasalahan ini tidak berlarut dan tidak saling menghujat. Sebab permasalahan ini adalah masalah pribadinya, namun terlanjur viral di media sosial. 


"Kita tidak usah saling menghujat, ini kan masalah pribadi," tuturnya. 


Sementara itu Joni, pemilik lahan yang jalannya ditutup belum bisa berkata banyak lantaran dirinya masih akan memikirkan nasib kedepannya dari opsi yang diberikan. Namun dirobohkannya tembok tersebut sedikit membuatnya lega, sebab aktivitas warga benar-benar terhambat akibat penembokan setinggi dua meter itu. 


"Saya masih mau tenangkan diri dulu. Tapi dirobohkannya tembok ini paling tidak buat saya nggak sedih lagi. Selanjutnya masih mau berpikir lagi apa yang harus dilakukan," bebernya. 


Ia berencana berbicara dengan orang tua Rusdi yang merupakan orang tua angkatnya. Ia berharap perbincangan dari orang tua angkatnya tersebut bisa mendapat solusi yang terbaik. 


"Semoga bisa ada solusi. Orang tuanya sudah saya anggap orang tua angkat saya sendiri. Hubungan kami sangat baik, semoga ada jalan terbai," pungkasnya. (Mdy)