Home Sosok Ayah Meninggal Namun Harus Ikut Vaksin, Atlet Tuli Ini Menahan Tangis

Ayah Meninggal Namun Harus Ikut Vaksin, Atlet Tuli Ini Menahan Tangis

SHARE
Ayah Meninggal Namun Harus Ikut Vaksin, Atlet Tuli Ini Menahan Tangis

Keterangan Gambar : Illiyin Nur Yunihansri merenung saat divaksin. Bagaimana tidak, disaat yang sama ayahnya meninggal dunia

LINTASBALIKPAPAN - Dengan wajah tergesa-gesa, Illiyin Nur Yunihansri (24) tiba di Gedung Balikpapan Sport Convention Center (BSCC) Dome pada Rabu (3/3/2021) sekira pukul 09.30 wita. Yuni sapaan akrabnya merupakan atlet tuli yang menjadi salah satu peserta vaksin.

Namun, suasana duka melanda dirinya. Bagaimana tidak, disaat yang sama Ayah Yuni dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit. Meski begitu, tekadnya yang kuat lantaran mengemban amanah dari almarhum dan kakaknya untuk mengikuti vaksinasi, ia pun tetap datang ke Dome.


Wajah bingung terlihat dari Yuni ketika tiba di Dome. Kendala bahasa membuatnya sulit berkomunikasi dengan petugas untuk mengetahui tahapan vaksinasi. Beruntung kala itu ada seorang wartawan bernama Riani Rahayu yang mengerti bahasa isyarat membantu petugas menerjemahkannya.


"Dia buru-buru mau vaksin, karena ayahnya meninggal barusan," ujar Yuni diterjemahkan oleh Riani.


Ia pun dibantu oleh petugas untuk mendapat jalur khusus agar segera dilakukan vaksinasi. Dengan mata yang berkaca-kaca, Yuni seolah berusaha tegar dibalik kesedihannya itu. Dibantu oleh Riani, ia pun melewati sejumlah proses vaksinasi.


"Dia katanya mau cepat-cepat pulang karena mau ikut makamkan ayahnya yang meninggal tadi pagi jam 7 di rumah sakit," ungkap Riani.


Yuni pun bercerita alasan dirinya tetap datang untuk divaksin. Yakni dirinya mengemban amanah dari almarhum serta keluarganya untuk tetap divaksin guna persiapan ajang renang di Bontang. Disatu sisi untuk pencegahan terhadap virus corona yang terus meluas.


"Dia dapat amanah dari orang tuanya dan keluarganya agar tetap ikut vaksin. Jadi sementara orang rumah lagi berduka, dia kesini sempatkan diri untuk divaksin. Nah setelah di vaksin, dia mau ikut memakamkan ayahnya," tuturnya.


Dengan pakaian serba hitam, Yuni pun akhirnya selesai divaksin. Ia langsung buru-buru pergi ke rumahnya di kawasan Gunung Malang lantaran ingin memakamkan ayahnya. 


"Nggak sakit katanya, sebab yang dipikirkannya hanyalah almarhum ayahnya. Jadi selesai divaksin langsung buru-buru pulang dia," ungkapnya.


Diketahui Yuni merupakan atlet tuli yang berprestasi. Kekurangan yang dimilikinya tak menyurutkannya dalam mengharumkan nama kota Balikpapan. Sejumlah medali emas dari berbagai ajang perlombaan pun diraihnya. Bahkan Yuni bisa disebut-sebut menjadi atlet disabilitas andalan dalam cabor renang. Tak hanya renang, ia juga merupakan atlet selam dan sering mendapatkan juara baik tingkat lokal maupun provinsi. (Mdy)