Home Sosok Abdikan Diri Jadi Relawan, Hingga Bertemu Pasangan Hidup Di Lokasi Kebakaran

Abdikan Diri Jadi Relawan, Hingga Bertemu Pasangan Hidup Di Lokasi Kebakaran

SHARE
Abdikan Diri Jadi Relawan, Hingga Bertemu Pasangan Hidup Di Lokasi Kebakaran

Keterangan Gambar : Pasutri Relawan, Dewi Sri dan Robert

LINTASBALIKPAPAN - Menjadi seorang relawan memang bukan perihal mudah. Mereka harus mengabdikan diri dengan ikhlas dari niat tulus untuk membantu masyarakat dalam setiap musibah maupun ketika dibutuhkan. Relawan juga tidak digaji apalagi mengharap imbalan, sehingga bukan perkara mudah menjalaninya. 


Namun tak sedikit pula yang mengikhlaskan diri menjadi seorang relawan hanya untuk memanfaatkan diri kepada masyarakat. Bahkan dari relawan bisa bertemu pasangan hidup. 

Seperti kisah pasangan suami istri (pasutri) Robert (40) dan Dewi Sri (43) yang mengarungi hidup menjadi seorang relawan kemanusiaan hingga saat ini. Kisah romantis datang dari mereka yang juga tak menyangka bertemu pasangan hidup saat bersama-sama disebuah lokasi kejadian kebakaran. 


Ya, mereka berdua bertemu kala itu bertemu di saat terjadi peristiwa kebakaran di kawasan Perumnas, Balikpapan Utara pada tahun 2017 silam. Kala itu Robert masih anggota relawan Balikpapan Emergency Action (BEA) dan Dewi anggota relawan salah satu organisasi masyarakat (ormas). 


"Waktu itu pas kebakaran kita nggak sengajak ketemu di lokasi, terus ya ngobrol biasa dan akhirnya kenalan," Kata Robert kepada Lintas Balikpapan. 


Hubungan mereka makin intens setelah keduanya rutin bertukar informasi kejadian di lapangan. Bahkan tak jarang keduanya pergi bersama-sama ke lokasi kejadian hingga akhirnya benih-benih cinta pun muncul. 


"Kita sering koordinasi dan ketemu di lapangan. Habis itu ya kenal dekat dan jadian," Ujarnya. 


Tak perlu waktu lama, merasa hubungannya telah cocok, keduanya mengikrarkan janji dihadapan penghulu sekira tahun 2018 lalu. Hingga kini mereka pun kerap terjun ke lokasi kejadian bersama-sama. 


"Sudah tiga tahun menikah dan alhamdulillah kami masih jadi relawan dan diberi kesehatan. Karena kami berdua sejak awal memang bergerak dari hati jadi relawan," Tuturnya. 


Ditanya urusan dapur dan biaya hidup sehari-hari, keduanya mengandalkan jualan makanan. Meski terbilang pas-pasan namun keduanya tetap menjalani hidup seperti apa adanya. Meski seorang relawan tidak mendapatkan gaji, bagi mereka bayaran sebenarnya bukanlah dalam bentuk uang, melainkan amal kebaikan. 


"Kalau kebutuhan hidup kami berdua jualan makanan. Kami tetap jadi relawan karena memang sudah jalannya mengabdikan diri disitu. Gimana ya, mungkin karena getaran hati," Ungkapnya.


Ditanya sampai kapan akan mengabdikan diri menjadi relawan. Robert dan Dewi mengaku akan terus menjadi relawan bahkan menurunkannya kepada anak dan cucunya kelak. 


"Kami akan terus jadi relawan, bahkan akan menurunkan ini kepada anak-anak nantinya, " Ucapnya. 


Robert dan Dewi berharap agar para relawan lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah. Yakni dengan cara memperbanyak pelatihan kepada relawan yang dapat meningkatkan skill mereka. Serta para relawan di support dengan peralatan yang sering digunakan agar dapat maksimal membantu petugas dalam penanganan di lapangan. 


"Kami terutama para relawan tentu berharap lebih diperhatikan sama pemerintah. Misalnya diberikan pelatihan-pelatihan agar meningkatkan kemampuan mereka. Sama peralatan pendukung juga kalau bisa diberikan, sebab itu sangat membantu sekali bagi kami," Pungkasnya. (Mdy)