Home Vaksinasi Covid-19 1.208 Ibu Hamil Divaksin Moderna, Aman Atau Tidak?

1.208 Ibu Hamil Divaksin Moderna, Aman Atau Tidak?

SHARE
1.208 Ibu Hamil Divaksin Moderna, Aman Atau Tidak?

LINTASBALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan mulai melaksanakan vaksinasi terhadap ibu hamil. Tercatat sebanyak 1.208 ibu hamil (bumil) yang menjadi sasaran vaksinasi. 


Pelaksanaan vaksinasi bumil digelar di Balikpapan Sport Convention Center (BSCC) Dome pada Rabu (1/9). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty beserta undangan. 


Ketua Dewan Pembina POGI Kaltim, dr Triseno Adji mengatakan terdapat tiga jenis vaksin yang saat ini diberikan kepada bumil. Yakni sinovac pfizer dan moderna dengan melihat ketersediaan yang ada. 


"Banyak yang bilang moderna itu memiliki tingkat KIPI yang tinggi itu cuma hoax. Kalau kita mengedepankan KIPI nya ya orang tidak akan mau divaksin. Padahal efektivitas vaksin moderna lebih bagus dibanding vaksin lain, yakni sekitar 94 persen," katanya. 


Adji mengatakan ibu hamil sangatlah rentan terpapar Covid-19. Sehingga sangat disarankan untuk segera divaksin guna mencegah kesehatan diri terhindar dari penularan. 


"Manfaat vaksin ini yang pertama mencegah bumil terpapar. Kedua kalau dia terpapar tidak ada gejala yang berat, lebih bagus tetap divaksin, kalau terpapar jarang sekali dapat gejala yang berat," ungkapnya. 


Ditanya terkait dampak terhadap janin, Adji mengatakan pihaknya belum mendapat laporan adanya dampak usai divaksin terhadap janin. 


"Sampai saat ini belum ada laporan yang mempengaruhi janinnya setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Malah ada manfaatnya setelah divaksin, yakni imunitasnya akan didapat dari ibunya," ungkapnya. 


Diketahui para bumil yang divaksin usia kandungan minimal 13 minggu atau trimester pertama. Di Balikpapan sendiri sebanyak 2.500 ibu hamil, namun yang mengikuti vaksinasi baru 1.208 orang saja. 


"Kami buka terus vaksin untuk ibu hamil, baik yang di dome atau puskesmas-puskesmas atau lewat dokter spesialisnya. Intinya jangan putus komunikasi mencari informasi vaksinasi ibu hamil," tutur Kepala Dinkes Balikpapan, Andi Sri Juliarty.  (Mdy)